Strategis, Parkiran Kecamatan Kemayoran Dikomersilkan

Pendapatan parkir pun diketahui tidak sedikit.

Strategis, Parkiran Kecamatan Kemayoran Dikomersilkan
Warta Kota/dwi rizki
Ilustrasi kendaraan yang parkir. 

WARTA KOTA, KEMAYORAN -- Berlokasi strategis ditambah dengan minimnya area parkir di kawasan sekitar kantor Kecamatan Kemayoran, pelataran Kecamatan Kemayoran kini dikomersilkan oleh sejumlah warga yang mengelola perparkiran.

Pendapatan parkir pun diketahui tidak sedikit, ratusan ribu rupiah berhasil didapatkan hanya dalam waktu beberapa jam.

Praktek parkir komersil tersebut seperti yang terlihat saat Warta Kota menyambangi kantor Kecamatan Kemayoran pada Rabu (17/2) pagi. Berbeda dengan kondisi kantor kecamatan pada umumnya, pelataran kantor hingga Jalan Serdang Raya, depan Kecamatan Kemayoran terlihat penuh dengan kendaraan milik warga, baik sepeda motor dan mobil.

Puluhan unit sepeda motor terlihat di susun pada sisi barat, sementara belasan mobil milik warga terlihat diparkirkan pada sisi timur hingga menutup salah satu dari dua gerbang kantor kecamatan.

Bukan hanya terlihat penuh sesak dengan kendaraan, sejumlah kendaraan operasional, seperti truk milik Satpol PP dan mobil dinas Kecamatan terlihat terkunci rapat.

Mirisnya, area parkir pun terlihat dikelola oleh dua orang juru parkir yang diketahui merupakan warga sekitar kantor Kecamatan Kemayoran. Keduanya terlihat luwes mengatur barisan kendaraan dan menagih biaya parkir kepada pemilik kendaraan yang diketahui merupakan pengunjung kantor kecamatan ataupun warga yang hendak berbelanja ke Pasar Serdang.

Ramainya area parkir memang beralasan, sebab kantor Kecamatan Kemayoran berada persis di sebelah Pasar Serdang maupun Rumah Sakit Umum Kemayoran yang minim parkiran. Sejalan dengan kondisi tersebut, pihak Kecamatan Kemayoran pun terus melakukan penindakan terhadap keberadaan parkir liar yang berada di sekitar Pasar Serdang.

Tak ayal, puluhan unit kendaraan, khususnya sepeda motor terlihat silih berganti mengisi setiap ruang area parkir kecamatan, sang juru parkir pun dengan cepat mendulang rezeki dari pembayaran parkir sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 4.000 untuk mobil.

"Ya habisnya mau gimana lagi, parkir cuma ada di sini (Kecamatan Kemayoran-red), di pasar sempit, nah kalau di jalan nanti dikempesin Satpol PP. Tapi bingungnya, kita mesti bayar dua ribu, walaupun di situ ada tulisan gede parkir gratis," ungkap Susan (35) warga Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Terkait parkir tersebut, perempuan yang kesehariannya berjualan gado-gado di depan Masjid Akbar Kemayoran itu pun mengaku keberatan lantaran biaya parkir yang menurutnya terlalu mahal. Sebab, dalam sehari setidaknya dirinya harus belanja ke pasar sebanyak dua kali dalam sehari, apabila bahan berjualan habis.

"Kalo masih sekali sih nggak berasa, cuma dua ribu, nah ini kalo saya dua sampai tiga kali ke pasar, udah keitung berapa. Itu baru sehari, kalau sebulan aja udah ketahuan totalnya (biaya parkir-red) berapa. Jadi kalo bisa parkirnya digratisin, soalnya mau parkir sebentar sama lama tetep aja kita ditarikin (biaya parkir-red)," katanya.

Ditemui terpisah, Wakil Camat Kemayoran, Asih Sumaretmi menyanggah bila area parkir di Kecamatan Kemayoran dikomersilkan dan terdapat pungutan liar (pungli) kepada warga yang memarkirkan kendaraan. Sebab, diketahui bersama bila kantor kecamatan merupakan sarana umum dan dapat dimanfaatkan untuk umum.

"Nggak ada itu (pungli-red), semuanya gratis. Nggak ada yang minta, kalau memang benar ada bisa lapor ke saya, karena itu pelanggaran. Kalau pun ada yang minta, jangan mau, itu salah," tegasnya saat ditemui Warta Kota di sela-sela penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar di Jalan Serdang Baru I, tepatnya sekitar Pasar Serdang pada Rabu (17/2/2016).

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved