WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Suherman Disemayamkan di Rumah Dinas Lurah Cideng

Kedatangan jenazah berikut iring-iringan keluarga Suherman tersebut mengejutkan sejumlah warga yang tinggal di sekitar rumah dinas

Suherman Disemayamkan di Rumah Dinas Lurah Cideng
Warta Kota/Dwi Rizki
Lokasi jatuhnya Suherman (35) petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cideng yang tewas akibat terjatuh saat melakukan penebangan pohon di Jalan Sangihe, tepatnya di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 pagi Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (16/2). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Jenazah Suherman (35) petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cideng yang tewas akibat terjatuh saat melakukan penebangan pohon di Jalan Sangihe, tepatnya di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 pagi Cideng, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (16/2) siang, sudah selesai dimandikan dan dikafani pengurus jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

Jenazahnya pun telah dibawa ke rumah dinas Lurah Cideng untuk disemayamkan.

Kedatangan jenazah berikut iring-iringan keluarga Suherman tersebut mengejutkan sejumlah warga yang tinggal di sekitar rumah dinas yang berada persis di belakang kantor Lurah Cideng, Selasa (16/2) siang.

Apalagi, saat keranda mayat diturunkan dan diangkat masuk ke dalam rumah dinas dari dalam mobil ambulans.

Rasa heran warga memang beralasan, sebab seperti yang diketahui jika rumah yang beralamat di Jalan Petojo Selatan itu dihuni oleh Lurah Cideng, Faozi seorang diri sejak menjabat sebagai Lurah Cideng beberapa waktu lalu.

Para warga pun mengira jika sang lurah telah meninggal dunia, karena bukan hanya kedatangan ambulans, ujung jalan hingga Kelurahan Cideng terlihat dipasang bendera kuning-tanda kematian.

"Saya pikir pak lurah meninggal, ternyata bukan ya, itu masih ada lurahnya. Jadi siapa yang meninggal sebenarnya," tanya seorang ibu yang tinggal persis di seberang taman depan Kelurahan Cideng, Selasa (16/2) siang.

Menjawab pertanyaan tersebut, Muslim (40) kakak ipar Suherman yang ditemui Warta Kota di depan rumah duka mengutarakan alasan mengapa jenazah Suherman disemayamkan di rumah dinas.

Dirinya menyampaikan karena Suherman masih merupakan sepupu dari sang Lurah Cideng.

Karena itu, lanjutnya, sebelum akhirnya jenazah dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah, jenazah disemayamkan di rumah dinas.

Apalagi diketahui jika Suherman tinggal di rumah dinas, sehingga seiring dengan keberangkatan jenazah, seluruh barang milik Suherman pun akan dibawa serta.

"Kalau rumahnya di Tegal, dia tinggal di sini (Rumah Dinas-red) pas kerja jadi PPSU aja di Kelurahan Cideng ini. Makanya sebelum dibawa ke Tegal, almarhum (disemayamkan-red) di rumah duka sini, takutnya ada keluarga yang deket datang mau lihat," ungkapnya.

Suasana di rumah duka terlihat ramai dengan kedatangan keluarga serta staf Kelurahan Cideng.

Tidak hanya itu, belasan petugas PPSU yang berasal dari sejumlah kelurahan di wilayah Gambir, Jakarta Pusat pun saling datang bergantian, mereka hendak melihat korban yang merupakan rekan seprofesinya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help