Citizen Journalism

Cermat dan Bijak Membeli Kendaraan Bekas

Ternyata mobil Avanza hitam dengan Nopol 8226 FI, yang mereka beli dari seseorang, merupakan kendaraan bermasalah.

Cermat dan Bijak Membeli Kendaraan Bekas
istimewa
Ilustrasi jual beli mobil bekas. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Pada Senin siang tanggal 1 Febuari 2016, saya selaku pelayanan, pelindung dan pengayom masyarakat merasa iba ketika mendengar keluh kesah pasangan suami-istri yang hendak melakukan proses balik nama kendaraan miliknya.

Ternyata mobil Avanza hitam dengan Nopol 8226 FI, yang mereka beli dari seseorang, merupakan kendaraan bermasalah.

Setelah dilakukan kroscek ke Min STNK Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya diketahui bahwa mobil tersebut sudah diblokir oleh Polsek Kebayoran Lama, karena merupakan mobil barang bukti hasil kejahatan alias bodong.

Pasangan suami-istri tersebut sedih karena mobil yang dibeli dari hasil tabungan selama bertahun-tahun itu harus disita oleh pihak Kepolisian guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Mereka mengakui membeli mobil tersebut melalui perantara dan tidak melibatkan petugas Kepolisian dalam hal ini anggota Samsat terdekat.

Atas dasar kasus tersebut, saya ingin mengimbau kepada masyarakat bahwa betapa pentingnya melibatkan anggota Samsat terdekat jika hendak membeli kendaraan bermotor baik mobil ataupun motor, khusus kendaraan second (tangan kedua).

Sebagaimana hal ini tertuang di dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Registrasi Dan Identifikasi (Regident) Kendaraan Bermotor, yang bertujuan untuk;

a. Tertib administrasi (perlindungan, kepastian Hukum dan fungsi kontrol forensik Polri);

b. Pengendalian dan pengawasan ranmor (dukungan pengendalian dan pengawasan ranmor);

c. Memermudah penyidikan pelanggaran atau aksi kejahatan;

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help