Presiden Minta Jaksa Agung Deponeering Kasus BW dan AS Dipuji

Presiden Joko Widodo dipuji atas perintahnya meminta perkara yang menjerat penyidik dan mantan pimpinan KPK.

Presiden Minta Jaksa Agung Deponeering Kasus BW dan AS Dipuji
KOMPAS TV
Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi berbicara dalam konferensi pers di Gedung KPK, Senin (2/2/2015) malam. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Presiden Joko Widodo dipuji atas perintahnya meminta perkara yang menjerat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (NB) dan dua mantan pimpinan KPK, Araham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW) segera diselesaikan.

"Tim Advokasi Antikriminalisasi (TAKTIS) memberikan memberikan apresiasi terhadap perintah Presiden Joko Widodo," ujar Direktur Hukum YLBHI Julius Ibrani kepada Tribun, Kamis (11/2/2016).

Secara khusus Presiden juga menekankan bahwa penyelesaian kasus-kasus tersebut tanpa syarat atau embel-embel di luar yang dibenarkan oleh hukum.

Karena itu Jaksa Agung diminta s
egera menindaklanjuti perintah Presiden, dengan cara menghentikan perkara BW, AS dan NB dengan mekanisme deponering.

Dia jelaskan, deponering adalah mekanisme penghentian perkara secara hukum, sebagaimana diatur di dalam pasal 35 huruf c UU 16/2004 tentang Kejaksaan RI.

Adapun pasal itu menyatakan, “Jaksa Agung mempunyai tugas dan wewenang: ….c. mengesampingkan perkara demi kepentingan umum”.

Sebelumnya Jokowi memeerintahkan agar perkara NB, AS, dan BW segera diselesaikan.

Jokowi meminta Jaksa Agung HM Prasetyo untuk mencari cara penyelesaian yang tidak melanggar hukum.

"Presiden ingin perkara-perkara yang berkaitan dengan KPK diselesaikan karena ini sudah cukup lama. Tentu dengan alasan-alasan yang bisa dibenarkan secara hukum," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi SP di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Johan menuturkan, Presiden Jokowi telah meminta penjelasan mengenai perkara Novel kepada Jaksa Agung dan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.

Halaman
12
Penulis: Sri Handriyatmo Malau
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved