Warga Bidaracina Keluhkan IPAL Rusak Puluhan Tahun

Beberapa warga RW 16 Rumah Susun Sederhana Ekonomi (Rusunami) mengeluhkan akan rusaknya instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Warga Bidaracina Keluhkan IPAL Rusak Puluhan Tahun
Warta kota/Panji Baskhara Ramadhan
Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dikeluhkan warga Bidaracina, Minggu (31/1). 

WARTA KOTA, JATINEGARA - Beberapa warga RW 16 Rumah Susun Sederhana Ekonomi (Rusunami) mengeluhkan akan rusaknya instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Terhitung sejak tahun 1966 atau 20 tahun lamanya IPAL mengalami kerusakan membuat sejumlah warga terpaksa membuang limbah manusia (Tinja) ke Kalimati.

Pantauan Warta Kota, bau busuk tak sedap menyengat di Kalimati yang lokasinya berdekatan dengan Rusunami Bidaracina.

Bau busuk tersebut akibat 688 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Rusunami Bidaracina membuang limbah di Kalimati tersebut.

Beberapa dari mereka pun ada yang terpaksa membangun toilet gantung diatas Kalimati lantaran berpuluh-puluh tahun IPAL dibiarkan rusak. Kondisi air Kalimati yang bercampur limbah manusia ini pun membuat 2752 jiwa yang bermukim di unit-unit rusun selus 3x6 meter persegi itu terganggu.

"Ya mau gimana pak. Katanya emang rusak. Limbah mau dialirin kemana lagi kalau gak ke sini (Kalimati). Kita hidup seharian di sini harus mencium bau busuk kotoran manusia. Kan pada buangnya ke sini (Kalimati)," ungkap Yayan (33) warga Rusunami Bidaracina, Minggu (31/1).

Sementara warga lainnya, Gugun (25), mengaku sudah tak tahan lagi tinggal di Rusunami Bidaracina. Tak punya uang, ia bersama istri dan dua anaknya pun rela bertahan.

"Semua pada pakai WC gantung. Jadi ngalirnya ke Kalimati. Tapi ya gitu, kotoran kering atau masih baru ngambang aja di Kalimati. Baunya saya gak nahan mas. Karena rusaknya IPAL itu. Gak ada perbaikkan sama sekali," akuinya.

Ketua RW 16 Bidaracina, Agustinus mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar kerusakan Ipal ini segera diserbaiki.

"Masalahnya kan Rusunami ini dibangun langsung dan ditanggungjawabkan oleh pihak Kementrian Pekerjaan Umum. Alhasil, Pemprov DKI tidak bisa meresponnya secara langsung. Sepengetahuan informasi yang saya temukan dari warga, IPAL sudah rusak sejak tahun 1996. Saya sendiri masuk ke Rusun Bidaracina ini sekitar tahun 1999. Memang kondisinya seperti ini. Rusak parah," ujar Agustinus, Minggu (31/1).

Halaman
12
Penulis: Panjibaskhara
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved