Tips Kesehatan

Mengenal Virus Zika yang Menebar Maut pada Janin

Kendati tidak mematikan, virus Zika yang diidap ibu hamil bisa menyebabkan kelainan pada janin.

Mengenal Virus Zika yang Menebar Maut pada Janin
DW.com
Virus Zika 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Apa itu virus Zika?

Virus Zika pertama kali ditemukan pada darah seekor monyet di Uganda tahun 1947.

Nama tersebut diambil dari hutan Zika tempat virus itu pertama kali ditemukan.

Virus Zika tidak mematikan dan memiliki gejala serupa dengan jenis demam lainnya seperti demam kuning atau demam berdarah.

Virus ini, disampaikan DW.com, Rabu (27/1/2016), yang dikutip Warta Kota, pertama kali tercatat menginfeksi manusia pada tahun 1968 di Nigeria.

Bagaimana Penyebarannya?

Penyakit ini disebarkan lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti, yang juga bertanggungjawab atas berbagai jenis wabah penyakit tropis seperti demam berdarah atau demam kuning.

Sejauh ini, ilmuwan belum mengetahui apakah virus Zika bisa ditularkan antara manusia.

Tapi, dunia medis pernah mencatat, laporan penularan virus Zika melalui hubungan seksual oleh pasangan di Tahiti.

Kelainan pada Janin.

Kendati tidak mematikan, virus Zika yang diidap oleh ibu hamil bisa menyebabkan kelainan pada janin.

Laporan WHO mencatat, ribuan kasus cacat lahir di Brasil disebabkan oleh virus Zika.

Bayi biasanya dilahirkan dengan ukuran kepala yang lebih kecil dari semestinya.

Dimana Virus Zika Mewabah?

Menurut pengamat kesehatan, Dr Ari F Syam, Virus Zika juga pernah dicatat muncul di Indonesia.

Dalam hasil penelusuran yang ia terbitkan di Kompas, Dr Syam mencatat sejumlah warga negara Australia pernah dijangkiti virus tersebut setelah berpergian ke Indonesia pada tahun 1981 dan 2013.

Saat ini, virus Zika tengah mewabah di Amerika Selatan.

Bagaimana Pencegahannya?

Mencegah virus Zika cuma bisa dilakukan dengan membasmi nyamuk Aedes Aegypti yang juga menyebarkan demam berdarah.

Selain metode pengasapan, pembiakan nyamuk bisa dicegah dengan menutup tempat penampungan air dan menguras bak mandi secara rutin.

Selain itu, masyarakat dianjurkan menimbun lubang sampah dan lubang pohon yang berpotensi sebagai tempat pembiakan jentik nyamuk.

Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved