Home »

Depok

Dinyatakan Tak Terdaftar, Gafatar Mitra Pemkot Depok Dalam Program Ketahanan Pangan 2013

Gafatar menjadi mitra Pemkot Depok dalam program Penanaman Tanaman Pangan di Lapangan RRI.

Dinyatakan Tak Terdaftar, Gafatar Mitra Pemkot Depok Dalam Program Ketahanan Pangan 2013
Warta Kota/Gopis Simatupang
Sejumlah eks anggota Gafatar. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Jauh sebelum Pemkot Depok menolak audiensi dan menolak pengajuan legalitas ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) 2015 lalu, Pemkot Depok ternyata pernah bermitra dengan Gafatar, pada 2013.

Saat itu, Gafatar menjadi mitra Pemkot Depok dalam program Penanaman Tanaman Pangan di Lapangan RRI, Sukmajaya, Depok.

Hal itu dikatakan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, Senin (25/1/2016).

"Mereka menggagas kerja sama untuk program ketahanan pangan dengan Pemkot Depok. Saat itu, mereka punya niat aksi sosial dan lingkungan hidup serta berpartisipasi di Depok dalam aksi Penanaman Tanaman Pangan di lapangan RRI. Itu terjadi pada 2013 lalu," kata Nur Mahmudi.

Menurut Nur Mahmudi, saat itu pihaknya menerima kerjasama dengan Gafatar karena pada prinsipnya, pihaknya mendukung semua aksi kepedulian ketahanan pangan dan sosial di Depok.

Setelah itu, kata dia, pada 2015, Gafatar mengajukan perizinan kepada Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) Kota Depok.

"Untuk itu, Kesbangpol meminta rekomendasi Kemendagri. Ternyata rekomendasinya kelompok ini perlu diwaspadai. Sehingga ditolak," kata Nur Mahmudi.

Nur Mahmudi menjelaskan sebenarnya penolakan izin Gafatar saat itu, pihaknya tidak tahu alasan pasti.
"Yang pasti, kesbangpol merujuk pada saran Kemendagri," katanya.

Mengenai pemulangan warga Depok yang sempat menjadi anggota eks Gafatar, Nur Mahmudi memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menyiapkan pendampingan dan pembinaan khusus bagi mereka.

Pendampingan dan pembinaan itu, katanya, dilakukan dengan menggaet MUI Depok, Kantor Kemenag Agama Kota Depok serta sejumlah tokoh agama di Depok.

"Kami akan menangani mereka dengan baik, dan meminta masyarakat Depok untuk bisa menerima mereka kembali. Penanganan kami lakukan dengan melibatkan MUI Depok, Kemenag Depok dan tokoh agama," kata Nur Mahmudi.

Menurut Nur Mahmudi, mengenai keberadaan Gafatar sendiri sebagai sebuah ormas atau kelompok, Pemkot Depok menyerahkannya ke pemerintah pusat untuk mengambil sikap.

Namun diluar itu, katanya, Pemkot Depok memastikan akan menerima masyarakat yang diduga hilang maupun yang pernah terlibat di dalam Gafatar, jika ingin kembali ke Depok.

"Kita sudah minta MUI Depok dan tokoh agama untuk memberikan pendampingan jika diperlukan. Dan mereka sudah siap," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help