Pedagang Kaki Lima

Masuk Aplikasi Qlue, Lapak PKL di Uhamka Ditertibkan

Belasan aparat Satpol PP Kebayoran Baru menertibkan lapak PKL yang kerap berjualan di ‎Jalan Limau 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/1).

Masuk Aplikasi Qlue, Lapak PKL di Uhamka Ditertibkan
Warta Kota/Bintang Pradewo
Belasan aparat Satpol PP Kebayoran Baru menertibkan lapak PKL yang kerap berjualan di ‎Jalan Limau 1 sampai 3, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/2016). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Belasan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kebayoran Baru menertibkan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap berjualan di ‎Jalan Limau 1 sampai 3, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/2016). Penertiban ini dilakukan agar kawasan pendidikan Kampus Uhamka dan Sekolah Perguruan Muhammadyah bebas dari lapak PKL dan parkir liar.

Lurah Kramat Pela, Denni S Triyanto menuturkan, penertiban ini kali ketiga dilakukan aparat Satpol PP. Namun, pedagang masih membandel dan berjualan di sana. Sehingga, warga perumahan menjadi resah. Karena setiap ada PKL dan gerobak lang rokok timbuh tongkrong-tongkrongan anak-anak muda.

Dan menyebabkan parkir liar di trotoar dan bahu jalan. Hal inilah menyebabkan warga yang ingin keluar masuk kompleks menjadi macet.

"Total PKL menetap di sini dan lang rokok bisa ada 15. Tapi saat ini ada enam yang ditertibkan dan sisanya sudah masuk dalam lingkungan Uhamka dan sekolah Perguruan Muhamadiyah sudah ada kantin," kata Denni saat penertiban di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/2016).

Menurutnya pedagang boleh berdagang. Namun, asalkan tertib dan tidak menganggu masyarakat. Laporan banyak PKL itu sudah masuk dalam aplikasi Qlue. Sehingga, ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Banyak pedagang gerobak yang tadi kabur. Kami tidak melarang mereka berdagang. Namun, setelah dapat lapak mereka menetap dan menjadi lahan sendiri dan tidak ingin diganggu. Kalau fasilitas umum tidak ada unsur ekonominya," tuturnya.

Apalagi, pedagang yang berjualan bukanlah warga Kramat Pela. Jadi, demi ketertiban lapak PKL dan parkir liar harus dibersihkan dari kawasan Kebayoran Baru.

PKL Marak di Al-Azhar

Kasatgas Pol PP Kebayoran Baru, ‎Daniel Hutajulu mengatakan, masih banyak di daerah belakang Al-Azhar. Oleh sebab itu, pihaknya akan segera menertibkan PKL itu.

Seperti di dekat Roti Bakar Edi dekat Al Azhar. Menurut Daniel Hutajulu, walaupun malam hari PKL tidak diizinkan berdagang. Karena sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum.

"‎Untuk solusinya anti kami akan mengundang UMKM Jakarta Selatan agar dilakukan pendataan terkait PKL di Al-Azhar dan semoga ada lokasi binaan untuk menampung PKL," ucap Daniel Hutajulu

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved