WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Provokator Penyerangan Polisi di Berlan Jadi Tersangka

Polres Metro Jakarta Timur menetapkan seorang tersangka berinisial AM yang dianggap menjadi provokator penyerangan anggota polisi di Kompleks Berlan.

WARTA KOTA, KRAMATJATI-Polres Metro Jakarta Timur telah menetapkan satu orang tersangka berinisial AM setelah dianggap menjadi provokator untuk menyerang anggota polisi yang melakukan penggerebekan di Jalan Slamet Riyadi 4, RT 12 RW 04, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur.

Cerita bermula saat empat anggota Satres Narkoba Polsek Senen yang berpakaian preman datang menggerebek rumah Mami Y, ibu AM bersama lima orang informan. Mami Y dicari anggota polisi setelah sebelumnya Polsek Senen menangkap tersangka kasus narkoba, yang mengaku membeli barang haram tersebut dari Mami Y.

"Setibanya di rumah Mami Y, polisi melihat ada tiga pria di lantai bawah dan dua pria di lantai atas. Namun tiba-tiba, kedua pria yang berada di lantai atas kabur dengan cara melompat," kata Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Timur Kompol Husaimah, Rabu (20/1/2016).

Anggota yang melihat hal itu, langsung mengejar kedua pelaku yang kabur hingga akhirnya berhasil ditangkap. Namun sepulangnya kembali ke rumah Mami Y, anggota yang melakukan pengejaran pelaku melihat rumah sudah penuh dengan massa yang menenteng senjata tajam.

Dalam kesempatan itu, AM yang juga berada di rumah tersebut menanyakan surat tugas Satres Narkoba Polsek Senen dalam melakukan pengungkapan.

"Pada saat ditanyakan surat tugas, anggota kemudian menunjukkannya. Tapi anaknya malah bilang, 'wah, tidak sah ini, bukan polisi, surat perintahnya kadaluwarsa," kata Husaimah.

AM pun kemudian memprovokasi massa untuk menyerang anggota hingga akhirnya terjadi pengeroyokan dengan menggunakam senjata tajam dan bambu. Iptu Haryadi Prabowo yang berada di luar, tidak luput dari aksi pengeroyokan yang dilakukan massa.

"Bripka Taufik Hidayat dan seorang informan berinisial J, memilih menceburkan diri ke Kali Ciliwung yang berada persis di belakang rumah untuk menyelamatkan diri," ujar Husaimah.

Husaimah mengungkapkan hingga saat ini sudah ada enam orang yang telah diamankan dimana lima di antaranya masih berstatus saksi. Sementara para pelaku penyerangan petugas yang masih diburu berjumlah 12 orang.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help