Pariwisata

Pertama di Dunia, Runway Bandara Digunakan untuk Lomba Lari

Manajemen PT Angkasa Pura I Lombok International Airport merencanakan lomba lari pertama kali di dunia menggunakan lintasan runway pesawat.

Pertama di Dunia, Runway Bandara Digunakan untuk Lomba Lari
Antara/Ahmad Subaidi
Bandara Selaparang Tutup. Sebuah pesawat terbang siap lepas landas di Bandara Selaparang, Mataram, NTB,Kamis (29/9/2015). PT Angkasa Pura I akan mulai menutup Bandara Selaparang tanggal 30 September pukul 18.00 Wita dan pada tanggal 1 Oktober pukul 10.00 Wita akan mengoperasikan Bandara Internasional Lombok yang terletak sekitar 35 kilometer arah timur Kota Mataram. 

WARTA KOTA, MATARAM - Manajemen PT Angkasa Pura I Lombok International Airport merencanakan lomba lari pertama kali di dunia menggunakan lintasan runway pesawat di Bandara Selaparang, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

General Manager PT AP I Lombok International Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita di Mataram, Selasa (19/1/2016) mengatakan, lomba lari melintasi runway bertajuk Airport Running Series 2015-2016 tersebut, merupakan yang pertama di Indonesia, bahkan dunia karena menggunakan landasan pacu pesawat terbang.

"Kenapa disebut lari sensasional, karena sensasinya lari ini pertama kali dilakukan di jalaur runway pesawat terbang," kata I Gusti Ngurah Ardita.

Menurut I Gusti Ngurah Ardita, lomba lari yang baru pertama kali diadakan di Lombok, NTB itu tidak lain dalam rangka mempromosikan dan mengembangkan potensi pariwisata NTB. Karenanya, direncanakan lomba tersebut menjadi ajang tahunan di NTB.

"Kalau ini berhasil, ini akan kami jadikan event tahunan untuk NTB, mengingat NTB merupakan salah satu destinasi wisata di Indoensia," ujar I Gusti Ngurah Ardita.

I Gusti Ngurah Ardita menuturkan, dalam lomba lari yang dilaksanakan pada 24 Januari tersebut, nantinya melombakan tiga kategori, yakni lari 2,5 km untuk segmen keluarga, lari 5 km untuk segemen publik atau umum, dan lari 10 km untuk segmen publik dan atlet profesional.

"Jadi masing-masing pemenang akan mendapatkan mendali dan penghargaan termasuk uang sebesar Rp20 juta untuk juara pertama baik putra maupun putri," kata I Gusti Ngurah Ardita.

Lebih lanjut, dikatakan Ardita, pelaksanaan lomba itu diharapkan akan mendatangkan ribuan peserta baik dalam negeri maupun mancanegara. Bahkan, atlet-atlet nasional juga bisa mengikuti kegiatan tersebut.

"Jadi lari ini dilaksanakan di empat tempat, yakni di Solo, Lombok, El Tari, Kupang, dan Samratulangi, Manado," kata I Gusti Ngurah Ardita. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved