Pengikut Gafatar asal Depok yang Kembali, akan Dibimbing dan Dijamin Keamanannya

Konflik sosial pecah antara pengikut Gafatar dengan warga di Mempawah

Pengikut Gafatar asal Depok yang Kembali, akan Dibimbing dan Dijamin Keamanannya
Kompas.com
Aksi Gafatar. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Kepala Kepolisian Resort Kota Depok Kombes Dwiyono berjanji pihaknya akan memberikan bimbingan khusus dan jaminan keamanan bagi para pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Depok, yang akan kembali ke keluarga dan ke tengah masyarakat Depok.

Hal itu dikatakan Dwiyono, terkait pecahnya konflik sosial antara pengikut Gafatar dengan warga di Mempawah, Kalimantan Barat.

"Polresta Depok siap memberikan fasilitas bantuan bagi pengikut Gafatar di Kalbar, asal Depok yang akan kembali ke tengah masyarakat. Bantuan berupa bimbingan khusus dan jaminan keamanan," kata Dwiyono di Mapolresta Depok, Rabu (20/1/2016).

Menurut Dwiyono, sampai saat ini sedikitnya ada 15 warga Depok dari tiga keluarga yang dilaporkan keluarga menghilang dan dipastikan mengikuti kelompok Gafatar.

Keberadaan mereka, kata Dwiyono, terdeteksi ada di pemukiman Gafatar di Kalimantan Barat, yang hari ini terjadi pecah konflik sosial di sana.

"Setelah kami telusuri dengan memeriksa rumah yang ditinggalkan dan keterangan keluarga, mereka yang hilang itu ada di Kalimantan Barat," kata Dwiyono.

Warga Depok yang hilang dan diduga bergabung dengan Gafatar atas laporan keluarga itu diantaranya adalah, pasangan suami istri Defri Genta Purnama (44 ) dan Devi Nursanti (43), serta lima anak mereka Kanzel Ares (18), Anggita Maharani (13), Ila (8), Kiki (7) dan Angga Saputra (2).

Mereka meninggalkan rumah di kawasan Sukmajaya, Depok sejak sejak 7 Desember 2015 lalu.

Selain itu, keluarga lainnya adalah Keluarga Amarullah alias Beni (37) dan dua anaknya Nur Fatimah Zahra (12) dan M Rasyid Ali (9). Mereka merupakan warga Gang Jerah RT 1/6 no 47, Jalan Tanah Baru, Kecamatan Beji Depok.

Selain itu ada pula keluarga Muhammad Soleh alias Bule (40). Bule hilang bersama istrinya, Santi (35) dan tiga anaknya, Rosa (13), Anisa (10) serta si bungsu Esa (8).

Mereka juga sebelumnya tinggal Gang Jerah RT 1/6 no 47, Jalan Tanah Baru, Kecamatan Beji Depok.

M Soleh merupakan kakak kandung Amarullah alias Benin. Mereka menghilang sejak November 2015 lalu.

Dwiyono mengatakan, para kerabat masih mengharapkan mereka yang mengikut Gafatar itu kembali ke tengah-tengah keluarga mereka.

Karenanya, Polresta Depok juga siap membantu proses evakuasi mereka dari Kalbar.

"Ini masih dikoordinasikan untuk evakuasinya. Yang pasti keluarga dan kerabat mereka yang hilang misterius itu masih sangat mengharapkan kehadiran mereka di sini," kata Dwiyono.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved