Nur Mahmudi Akan Kembali Jadi Pegawai BPPT

Sebelum menjabat Walikota Depok, Nur Mahmudi memang merupakan pegawai BPPT dan menjabat sebagai Kedeputian Kebijakan Publik dan Teknologi

Nur Mahmudi Akan Kembali Jadi Pegawai BPPT
Kompas.com/Rio Kuswandi
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail 

WARTA KOTA, DEPOK - Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menegaskan dirinya akan kembali bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) usai masa jabatannya berakhir pada 26 Januari mendatang.

Hal itu dipastikannya usai kembali menyerahkan berkas dokumen dirinya sekaligus surat permohonan ke BPPT, Selasa (12/1).

Sebelum menjabat Walikota Depok, sejak 2005 lalu, Nur Mahmudi memang merupakan pegawai BPPT dan menjabat sebagai Kedeputian Kebijakan Publik dan Teknologi.

"Saya akan kembali menjadi pegawai BPPT saat masa jabatan Walikota saya berakhir 26 Januari mendatang. Berkas permohonan sudah saya serahkan ke BPPT," kata Nur Mahmudi di Balai Kota Depok, Selasa (12/1), usai menyerahkan berkas dimaksud.

Ia menuturkan, sebenarnya dalamn aturan kepegawaian, selama ia menjabat Walikota Depok, dirinya tidak off atau berhenti sebagai pegawai BPPT. "Status pegawai saya tetap ada, dimana saya mendapat penugasan di Depok yakni menjadi Walikota ini," katanya.

Karenanya kata dia, administrasi kepegawaiannya di BPPT tetap ada, bahkan ada kenaikan pangkat yang dilaluinya.

Menurut Nur Mahmudi, sebelumnya ia menjabat sebagai peneliti madya bidang argo industri dan kebijakan publik. Nantinya saat kembali, ia bisa saja memilih ditempatkan di Kedeputian Teknologi Argo Industri dan Bioteknologi atau Pengkajian Kebijakan Teknologi.

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan secara prosedural administrasi pengajuan berkas kembali sudah dilakukan oleh Nur Mahmudi. Nantinya Nur Mahmudi akan ditempatkan pada pos sesuai bidangnya.

Prosedurnya, kata dia tidak rumit dimana Nur Mahmudi hanya tinggal balik lagi berkantor di BPPT.

"Saya proses sesuai surat-surat yang ada dan ini hanya melanjutkan. Sesuai aturan yang berlaku mau ditempatkan di mana ada beberapa alternatif," katanya.

Diantarnya di bawah kedeputian kebijakan publik dan teknologi atau menjadi pegawai pendampingan panduan teknologi ke daerah.

"Karena Pak Nur Mahmudi ahli pertanian juga bisa berperan di dunia pertanian. Jadi sebenarnya bisa dipilih juga mau berkontribusi dimana," kata dia.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved