Ini Cara Kerja Sederhana Mesin Pirolisis Hamidi

Mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM ciptaan Hamidi (37) sudah terbukti menghasilkan bensin maupun solar yang sudah teruji di kendaraan

Ini Cara Kerja Sederhana Mesin Pirolisis Hamidi
Warta Kota/Banu Adikara
Mesin teknologi pirolisis yang bisa mengubah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Walau belum semua hasilnya sempurna, mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) ciptaan Hamidi (37) sudah terbukti bisa menghasilkan bensin maupun solar yang sudah teruji di kendaraan bermotor.

Hamidi adalah warga Benda, Kota Tangerang yang direkrut Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang sejak tahun 2013 lalu karena berhasil mengolah sampah menjadi BBM.

Hamidi berhasil merakit mesin pirolisisnya sendiri di TPA Rawa Kucing pasca perekrutan.

"Konsepnya sederhana saja. Pertama, sampah-sampah dikumpulkan dulu di tempat khusus bernama tabung reaktor yang memiliki kapasitas maksimal 20 kilogram, " kata Hamidi.

Dari tabung reaktor, sampah-sampah tersebut dimasukkan ke dalam bagian tungku mesin untuk dibakar.

"Asap sampah yang dibakar kemudian berubah menjadi minyak mentah. Proses pembakaran memakan waktu sekitar empat jam," kata Hamidi.

Minyak mentah yang di dalam tungku, lanjut Hamidi, kemudian masuk ke dalam pipa pendingin.

Di dalam pipa pendingin, minyak mentah kembali berubah menjadi gas, sebelum akhirnya kembali berubah menjadi zat cair.

"Di penghujung mesin, ada proses pemanasan lagi. Dari proses pemanasan ini, zat cair tadi bermuara di tiga kran, yakni kran bensin, solar, dan minyak tanah. Selayaknya dispenser saja, kalau kita mau bensin, tinggal buka kran bensin, mau solar tinggal buka kran solar, demikian juga minyak tanah, " kata Hamidi.

Hamidi mengatakan, 20 kilogram sampah plastik di tabung reaktor bisa menghasilkan 0,8 liter BBM sintentis.

"Waktunya kurang lebih sembilan jam. Saya berencana mematenkan mesin pirolisis skala kecil ini," katanya. (Banu Adikara)

Penulis: Banu Adikara
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help