WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Tidak Ada Pengerjaan, Waduk Pondok Ranggon Dijadikan Tempat Bercocok Tanam

Rumput liar dan ilalang pun tumbuh subur hingga sekira satu meter.

Tidak Ada Pengerjaan, Waduk Pondok Ranggon Dijadikan Tempat Bercocok Tanam
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Lurah Pondok Ranggon Mahpuz MZ

WARTA KOTA, CIPAYUNG - Waduk Pondok Ranggon yang berada di RT 02 RW 01 Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur kondisinya berubah. Tidak adanya pengerjaan proyek membuat waduk seluas 11 hektar tersebut dijadikan warga sekitar untuk bercocok tanam.

Terlebih waduk yang mulai dikerjakan pada era Joko Widodo saat menjabat Gubernur DKI Jakarta itu, tidak lagi memiliki debit air seperti yang terlihat di Waduk Pondok Ranggon 1. Rumput liar dan ilalang pun tumbuh subur hingga sekira satu meter.

Warga sekitar juga memanfaatkan waduk yang terbengkalai itu dengan bercocok tanam seperti sayur mayur atau umbi-umbiam seperti cabai, kangkung, bayam hingga singkong. Sementara Waduk Pondok Ranggon 2 yang masih memiliki debit air dimanfaatkan warga untuk memancing.

Ketua RT 02 RW 01 Pondok Ranggon, Mamat mengatakan hal tersebut terjadi karena tidak adanya kelanjutan pembangunan waduk. Pihaknya tidak bisa melarang lantaran sebelum ada pembangunan waduk juga warga sudah bercocok tanam.

"Itu waduk awalnya memang rawa-rawa dan sawah. Udah gitu enggak ada tanda-tanda kelanjutan pembangunan waduk sehingga akhirnya dimanfaatin sama warga," katanya, Senin (11/1).

Mamat mengatakan tidak adanya tanda-tanda kelanjutan pembangunan waduk sudah berlangsung satu tahun terakhir. Padahal warga sangat berharap pembangunannya cepat selesai. Apalagi dikabarkan waduk akan dilengkapi sarana olahraga dan taman.

"Warga berharap pembangunan waduk bisa cepat diselesaikan. Sebab jika dibiarkan maka dikhawatirkan membahayakan anak-anak. Terutama pada waduk yang terdapat airnya," katanya.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Timur, Ahmad Yazied Bustomi mengatakan pembangunan waduk tersebut adalah kewenangan Dinas Tata Air DKI. Oleh sebab itu dirinya mengaku tidak tahu mengenai kelanjutan pembangunan waduk.

"Pembangunan waduk baru itu kewenangan dinas, sudin hanya diperbantukan untuk melakukan perawatan dan pengerukan lumpur. Itu pun tidak seluruhnya kita yang kerjakan," ungkapnya.

Lurah Pondok Ranggon, Mahpuz MZ mengatakan meski satu tahun terakhir ini tidak ada kelanjutan pembangunan fisik, Pemprov DKI telah melakukan pembebasan lahan untuk tambahan pembangunan waduk. Pada akhir Desember 2015 kemarin, dua peta bidang milik Agus Arifin di RT 02/01 telah dibebaskan Dinas Tata Air DKI.

"Luas peta bidang pertama adalah 3.380 meter persegi dan yang kedua seluas 4.360 meter persegi. Sehingga totalnya ada 7.740 meter persegi yang baru dibebaskan Dinas Tata Air DKI," ujar Mahpuz, Senin (11/1).

Namun demikian masih ada beberapa peta bidang yang belum dibebaskan. Diharapkan seluruh lahan yang tersisa dan belum dibebaskan, bisa segera diselesaikan pada tahun ini. Sehingga pembangunan waduk bisa segera dilaksanakan dan warga pun bisa menikmatinya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help