Dua Polantas Bekasi Kota Dikeroyok Oknum TNI

Dua anggota polisi dari Unit Lalu Lintas Polsek Bekasi Utara babak belur dihajar sejumlah oknum TNI di gerbang Perumahan Prima Harapan, Bekasi.

Dua Polantas Bekasi Kota Dikeroyok Oknum TNI
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI—Dua anggota polisi dari Unit Lalu Lintas Polsek Bekasi Utara babak belur dihajar sejumlah oknum TNI di gerbang Perumahan Prima Harapan, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (9/1) petang.

Berdasarkan data yang dihimpun, kedua polisi itu berinisial P dengan pangkat Inspektur Satu dan SM. P merupakan Kepala Unit Lantas Polsek Bekasi Utara. Sedangkan SM,  anggota P,  berpangkat Brigadir Kepala.

Ditemui wartawan usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Bekasi Kota, SM mengaku dikeroyok oleh lima orang lebih pria berbadan tegap. Menurut dia, kejadian itu berawal saat dia tengah mengatur arus lalu lintas di lokasi.

Tiba-tiba seorang pengendara motor yang mengenakan pakaian dinas TNI berhenti menghampirinya dan menanyakan lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perwira, Bekasi Utara. "Karena kondisinya sedang macet, jadi saya jawab lurus saja terus," kata SM, sabtu (9/1) malam.

SM melanjutkan, usai memberikan arah menuju TPU, pengendara motor itu berlalu. Tak disangka, sejumlah penumpang mobil yang menjadi iring-iringan anggota TNI itu membuka kaca dan menantang korban. "Dia bilang, apa lo," ujar SM.

Meski ditantang, SM tak menggubris. SM lalu beranjak ke warung di sekitar lokasi untuk beristirahat. Rupanya, sejumlah penumpang mobil itu turun dan langsung mengeroyok SM. "Beneran, saya nggak tahu masalahnya, tiba-tiba ada pengendara turun dan memukul," ucap SM.

Melihat anggotanya dipukuli, P bergegas berlari ke arahnya untuk melerai. Bukannya, berhenti para pelaku malah mengeroyok P. "Komandan saya juga kena dipukul mereka," katanya.

Setelah mengeroyok keduanya, para pelaku bergegas pergi menggunakan mobil yang mereka tumpangi. Seingatnya, yang mengeroyok mereka mengenakan pakaian preman, bukan dinas militer.

Fikar (28) salah seorang warga di sekitar menuturkan, insiden pemukulan itu berawal saat mobil iring-iringan jenazah salah satu istri anggota oknum TNI melintas di lokasi. Diduga tak puas dengan penjelasan salah seorang polisi soal arah ke TPU, beberapa oknum TNI berpakaian preman turun dan memukul korban. "Anggota polantas ngasih infonya memang nggak lengkap, karena di lokasi lalu lintasnya sedang macet," kata Fikar.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Wilayah Bekasi Kota, Komisaris Bayu Pratama mengaku, tidak ada keributan antara anggotanya dengan oknum TNI. "Mungkin informasinya salah, tidak ada laporan yang masuk soal keributan itu," ujar Bayu.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved