1,7 Juta Orang Penerima Iuran Diminta Segera Daftar JKN

Sebanyak 1,7 orang penerima bantuan iuran (PBI) Kartu Indonesia Sehat diminta segera menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) KIS non PBI.

WARTA KOTA, GAMBIR-Sebanyak 1,7 juta orang penerima Kartu Indonesia Sehat penerima bantuan iuran (KIS-PBI) dikeluarkan dari daftar penerima PBI di tahun 2016. Untuk itu, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) TB Rahmat Sentika mengimbau kepada mereka yang namanya tidak lagi dalam masterfile tersebut untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) KIS non PBI.

“Masyarakat yang tidak lagi menjadi penerima PBI diimbau untuk segera menjadi peserta JKN-KIS non PBI dengan mendaftarkan diri ke kantor BPJS Kesehatan setempat dan membayar iuran rutin setiap bulannya,” ujar Rahmat saat konferensi pers penerima KIS-PBI di Kantor Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2016).

Rahmat mengatakan, masyarakat perlu untuk mendaftarkan diri ke BPJS Kesehatan karena kepesertaan JKN-KIS bersifat wajib.

“Kartu tanda kepesertaan KIS yang sudah diterima agar disimpan karena bisa digunakan kembali setelah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS non PBI,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan telah membentuk posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI baik di tingkat provinsi, kabupaten, kota maupun kecamatan.

Fahmi menerangkan, bagi masyarakat yang belum mengetahui bahwa dirinya tidak lagi menjadi penerima KIS-PBI dan saat ini dirawat di RS, agar melaporkan ke posko tersebut. Nantinya, posko akan membantu pengurusan pendaftaran menjadi peserta KIS non PBI sehingga yang bersangkutan bisa membayar iuran untuk tetap menjadi peserta JKN.

Adapun iuran yang baru yang diberlakukan untuk peserta kelas 3 Rp 30.000, kelas 2 Rp 50.000 dan kelas 1 Rp 80.000 per bulan.

Seperti diumumkan, di tahun 2015 jumlah peserta KIS-PBI sebanyak 86,4 juta jiwa. Namun tahun ini, sebanyak 1,7 juta jiwa dihapus dari kepesertaan KIS-PBI lantaran dianggap sudah mampu, adanya peserta yang meninggal, serta adanya data ganda. Sedangkan tahun 2016, jumlah penerima KIS-PBI sebanyak 92,4 juta jiwa termasuk dengan usulan 400.000 jiwa untuk bayi yang baru lahir tahun ini. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved