Harga Emas Mulai Naik Lagi

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB)

Harga Emas Mulai Naik Lagi
Kontan.co.id
Emas batangan PT Aneka Tambang (Antam). 

WARTA KOTA, NEW YORK-- Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB) karena ekuitas Amerika Serikat (AS) jatuh untuk hari kedua berturut-turut.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik 3,2 dolar AS atau 0,30 persen menjadi menetap di 1.078,40 dolar AS per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,37 persen dengan kecenderungan terus melemah menjelang beberapa rilis data penting minggu ini.

Para analis mencatat bahwa ketika pasar ekuitas AS mencatat kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman.

Para pedagang kemungkinan akan memantau beberapa rilis data ekonomi minggu ini dengan sangat hati-hati karena Departemen Tenaga Kerja AS diperkirakan merilis laporan ketenagakerjaan Desember 2015 pada Jumat.

Departemen Perdagangan AS juga akan merilis laporan perdagangan internasionalnya pada Rabu, yang akan memperbarui informasi tentang kesenjangan perdagangan AS.

Para analis juga akan menunggu pertemuan Federal Reserve AS yang dijadwalkan 27 Januari. Mereka memperkirakan The Fed menyerap sekitar 2,5 triliun dolar AS kelebihan cadangan bank-bank karena ekonomi AS mulai pulih.

Bank-bank menjadi lebih berani mengambil risiko dalam ekonomi yang bullish, dan hasilnya berpotensi melepaskan beberapa kelebihan cadangan mereka, membanjiri ekonomi dengan uang tunai sehingga menyebabkan inflasi.

Tren jangka panjang untuk emas tetap sangat bearish menurut para analis karena The Fed memulai kenaikan suku bunga pertamanya pada Desember meski semula diharapkan akan menunda kenaikan suku bunga hingga 2016.

Menurut alat Fedwatch CMEGroup, ada 10 persen peluang kenaikan suku tambahan pada Januari.

Perak untuk pengiriman Maret bertambah 13 sen, atau 0,94 persen, menjadi ditutup pada 13,971 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman April naik 5,5 dolar AS, atau 0,62 persen, menjadi ditutup pada 890,00 dolar AS per ounce, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua. (Antara)

Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help