Natal dan Tahun Baru

Puluhan Tahun Berdampingan, Umat Gereja dan Masjid Ini Selalu Rukun

Hidup berdampingan selama puluhan tahun telah membuat jemaat Gereja Protestan Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabin dapat saling menghargai satu sama lain

Puluhan Tahun Berdampingan, Umat Gereja dan Masjid Ini Selalu Rukun
Kompas.com/Alsadad Rudi
Situasi di Gereja Protestan Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabin usai digelarnya kebaktian malam natal pada Kamis (24/12/2015). Gereja Protestan Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabin adalah dua tempat ibadah di Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang saling bersebelahan sejak tahun 1959. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Hidup berdampingan selama puluhan tahun telah membuat jemaat Gereja Protestan Mahanaim dan Masjid Al-Muqarrabin dapat saling menghargai satu sama lain. Tidak pernah terjadi gesekan yang disebabkan ada umat di satu pihak yang mengeluhkan kegiatan umat yang lain.

Hal tersebut dilontarkan oleh Sekretaris Jemaat Gereja Mahanaim Merry Dauhan.

Merry yang sudah sejak kecil menjadi jemaat Gereja Protestan Mahanaim mengatakan bahwa sejak masih kecil, ia mengaku tidak pernah mendengar ada jemaatnya yang mengeluhkan kegiatan yang diadakan pengurus masjid.

"Sejak saya kecil, pengurus gereja kami juga selalu mengajarkan untuk selalu menjaga toleransi dengan pihak masjid," kata Merry di Gereja Protestan Mahanaim, Jalan Enggano, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/12/2015).

Menurut Merry, sikap saling menghargai juga terlihat dari saling berbaginya lahan parkir.

"Kalau kami lagi ada kebaktian, sementara di Masjid Al-Muqarrabin tidak, jemaat kami biasa numpang parkirnya di halaman masjid. Begitu juga sebaliknya," ujar dia.

Ucapan Merry benar adanya. Pantauan Kompas.com saat digelarnya kebaktian malam natal, cukup banyak jemaat gereja yang memarkirkan kendaraan roda duanya di halaman masjid.

Tidak hanya soal parkir, Merry mengatakan, pada 2012, pihak gereja sempat meniadakan kebaktian pagi untuk memberi kesempatan jamaah masjid menunaikan salat Ied. Kondisi itu terjadi saat Idul Fitri 2012 yang saat itu jatuh pada hari Minggu.

"Saat itu kami meniadakan kebaktian yang jam 06.00. Jadi pada hari itu hanya ada kebaktian yang siang," ujar dia.

Sementara itu, salah seorang pengurus masjid, Suhardi mengatakan, selama ini tidak pernah ada pengajuan keberatan dari masing-masing pihak seputar kegiatan keagamaan yang tengah dilaksanakan di salah satu tempat.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help