Wali Kota Bogor Dikecam PBNU karena Surat Edaran Larangan Rayakan Ashura

Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU) mengecam Surat Edaran nomor 300/1321 - Kesbangpol, soal larangan merayakan hari raya Syiah, Ashura.

Wali Kota Bogor Dikecam PBNU karena Surat Edaran Larangan Rayakan Ashura
KOMPAS.COM/MOHAMMED SAWAF/AFP
Umat Syiah Irak menghadiri ritual Arbaeen di kota suci Syiah, Karbala, menandai 40 hari setelah hari raya Ashura. 

WARTA KOTA, KRAMAT - Pengurus Besar Nahdlatul (PBNU) mengecam Surat Edaran nomor 300/1321 - Kesbangpol, yang dikeluarkan pemerintah Bogor pada 22 Oktober lalu, soal larangan merayakan hari raya Syiah, Ashura.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj, dalam pemaparannya tentang pesan moral berkebangsaan dan catatan akhir tahun, di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (23/12), menduga bahwa Wali Kota Bogor, Arya Bima, sudah terjangkit virus radikalisme.

"Kita bisa temukan di Bogor, seorang Wali Kota sudah terjangkit virus radikalisme," ujarnya.

Padahal hari raya Ashura, adalah peringatan dari dibunuhnya secara keji, cucu nabi Muhammad SAW, Husain, dan pasukannya secara keji.

Ia menyebut hal itu sebagai tragedi kemanusiaan.

"Radikalisme yang lahir dari sikap eksklusif dan fundamentalis, sudah masuk birokrasi. Mohon maaf kalau ada familinya Wali Kota Bogor di sini," terangnya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved