Komplotan Pencoleng Pakai Batang Korek Api Digulung

Tiga orang ini mampu mengurai isi uang di ATM hanya dengan batang korek api.

Komplotan Pencoleng Pakai Batang Korek Api Digulung
Kompas.com
Komplotan penguras ATM menggunakan batang korek api digulung. 

WARTA KOTA, BOGOR -- Tiga orang ini mampu mengurai isi uang di ajungan tunai mandiri (ATM) hanya dengan bermodalkan korek api.

Ketiga orang itu, Hendri (23), Arta Saputra (25) dan Beni Afrizal (24) ditangkap petugas Polsek Citeureup, Kabupaten Bogor.

Dalam aksinya, pelaku tidak hanya beraksi di wilayah Kabupaten Bogor, tapi juga Tangerang dan Bekasi.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita 24 kartu ATM berbagai Bank, uang tunai Rp 600.000, gergaji kecil, satu unit mobil Avanza warna hitam F 1063 KY, tiga handphone, dompet warna cokelat berisi tujuh lembar kartu ATM berbagai bank, dompet warna hitam berisi delapan kartu ATM dan uang kontan sebesar Rp 300.000, dompet warna hitam panjang berisi satu kartu ATM mandiri dan dua bungkus korek api kayu.

Kapolsek Citereup, Kompol Muhammad Chaniago mengatakan, pelaku berjumlah empat orang ditangkap usai beraksi di ATM BCA yang berlokasi di Indomaret Tarikolot Citeureup dan di ATM Bank Muamalat di lokasi PT Ricky Putra Globalindo, Citeureup, Kabupaten Bogor.

"Satu orang bernama Bahar (26) masih dalam pengejaran kami," kata dia.

Dia menjelaskan, modus yang digunakan oleh pelaku yaitu dengan cara memasukan batang korek api menggunakan gergaji kecil ke dalam lubang kartu di mesin ATM.

Cara ini dilakukan agar saat nasabah memasukan kartu ATM, tertahan pentul korek api itu.

"Saat kartu ATM tersangkut, pelaku akan pura-pura membantu dengan cara meminta nomor pin," kata Kapolsek.

Dia menambahkan, setelah berhasil menukar kartu dan pin korban, kemudian, para pelaku pergi ke ATM lain untuk mencairkan uangnya.

"Pelaku kemudian pergi dan mengambilnya di ATM lain menggunakan kartu milik korban," katanya.

Ketiga pelaku berhasil ditangkap setelah sebelumnya dikejar petugas Polsek Citeureup.

Mereka ditangkap di Jalan Perum Griya Persada, Desa Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Mereka kabur, tapi ban belakang mobilnya pecah sehingga bisa kami tangkap," kata dia.

Akibat perbuatannya, komplotan ini dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilam tahun penjara.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved