Camat Gambir Benarkan Penggunaan Material Bekas

Konblok (paving block-red) yang lama itu cuma ditata aja biar rapih, nggak diganti baru.

Camat Gambir Benarkan Penggunaan Material Bekas
Warta Kota/Dwi Rizki
Pembangunan trotoar dengan menggunakan material bekas yang dilakukan oleh Sudin Binamarga Jakarta Pusat di Jalan AM Sangaji, tepatnya di depan Pasar Petojo Ilir, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (22/12) dibenarkan oleh Camat Gambir, Fauzi. 

WARTA KOTA, GAMBIR -  Pembangunan trotoar dengan menggunakan material bekas yang dilakukan oleh Sudin Binamarga Jakarta Pusat di Jalan AM Sangaji, tepatnya di depan Pasar Petojo Ilir, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat pada Selasa (22/12) dibenarkan oleh Camat Gambir, Fauzi.

Menurutnya, revitalisasi trotoar selebar tiga meter dengan panjang sekitar 200 meter itu merupakan upaya alternatif Sudin Binamarga Jakarta Pusat untuk memanfaatkan aset yang masih dapat digunakan kembali.

"Mungkin itu (pembangunan-red) hanya perbaikan saja-penataan, karena material bekas masih bisa dipakai. Tapi kalau untuk anggaran pembangunan, itu urusan Binamarga," jelasnya kepada wartawan usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Pusat, Selasa (22/12).

Ditemui terpisah, Lurah Petojo Utara, Sri Prihatini pun mengutarakan hal serupa. Dirinya mengaku tidak mempersoalkan penggunaan paving block bekas tersebut asalkan wilayahnya tertata rapih.

"Konblok (paving block-red) yang lama itu cuma ditata aja biar rapih, nggak diganti baru. Mungkin karena itu bang," jelasnya sembari melambaikan tangan berlalu meninggalkan Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Pusat, Selasa (22/12) ketika ditanyakan mengenai penggunaan anggaran pembangunan trotoar.

Seperti diketahui sebelumnya, pembangunan trotoar yang dilakukan oleh Sudin Binamarga Jakarta Pusat di Jalan AM Sangaji, tepatnya di depan Pasar Petojo Ilir, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat diketahui menggunakan material bekas.

Sekilas terlihat, kondisi paving block yang kini sudah memenuhi median trotoar sepanjang sekira 20 meter itu terlihat baru, lantaran paving block sudah dilapisi cat berwarna merah. Namun, mengamati lebih dekat susunan paving block yang hendak dipasang, terlihat jelas jika paving block merupakan material bekas.

Hal tersebut terlihat jelas dari kondisi paving block yang kotor dan penuh lumut kering. Selain itu, paving block berukuran 10 x 20 cm itu pun terlihat pecah dan keropos pada salah satu permukaan sisinya. Mirisnya, proyek pembangunan trotoar yang menggunakan material bekas tidak hanya terlihat di Jalan AM Sangaji, tetapi juga terlihat di Jalan Cideng, Jalan Hasyim Asyari dan Jalan Suryopranoto, Gambir, Jakarta Pusat. (

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help