Home »

Depok

Maling Residivis Babak Belur Dihajar Massa di Cipayung

Seorang maling yang babak belur dihajar massa di Cipayung, Depok ternyata residivis yang sering keluar masuk penjara.

Maling Residivis Babak Belur Dihajar Massa di Cipayung
Tribunnews.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, DEPOK-Arifaldy Umar (25) babak belur dihajar massa setelah kedapatan hendak mencuri di rumah Suryadi, di Kampung Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Senin (21/12/2015) pagi ternyata seorang residivis.

Dari hasil penelusuran polisi, Arifaldy diketahui adalah residivis kasus pencurian di rumah kosong beberapa waktu lalu. Ia belum setahun menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman di balik jeruji besi.

Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho, di Mapolresta Depok, Senin (21/12/2015).

"Pelaku adalah spesialis pencuri rumah kosong. Dia residivis dan pernah dihukum karena kasus serupa beberapa waktu lalu," kata Teguh.

Menurut Teguh, dari dibekukbya Arifaldy, pihaknya kini masih mendalami apakah ada kawanan pelaku pencurian rumah kosong lain yang merupakan jaringan korban.

Seperti diketahui, karena dipergoki penghuni rumah tengah mencongkel jendela rumah yang disasarnya, Arifaldy Umar akhirnya babak belur dihajar massa di Kampung Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Senin (21/12/2015) pagi.

Bahkan kondisi Arifaldy sampai tak sadarkan diri dan harus dilarikan ke RS Bahar Medika, Depok.

Informasi yang dihimpun Warta Kota menyebutkan saat itu, Arifaldy, pelaku percobaan pencurian sudah, memanjat pagar rumah milik Suryadi, di Kampung Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Senin (21/12/2015) pagi.

Ia mengira kondisi rumah sedang kosong dan tak berpenghuni karena tampak sepi.

Arifaldy lalu mencoba mencongkel jendela rumah bagian belakang yang terkunci. Namun aksinya berhasil dipergoki korban, Suryadi.

Suryadi pun berteriak dan mengundang perhatian warga sekitar. Akhirnya Arifaldy berhasil dibekuk warga dan menjadi bulan-bulanan warga.

Kapolresta Depok Kombes Dwiyono menuturkan saat pihaknya menerima laporan dan hendak mengamankan pelaku, kondisi pelaku sudah babak belur dihajar massa.

"Karena kondisinya memprihatinkan kami bawa yang bersangkutan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata Dwiyono.

Atas kejadian ini, ia meminta warga agar tidak main hakim sendiri saat berhasil membekuk pelaku kejahatan. "Sebaiknya langsung diserahkan ke kami biar diproses hukum dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Dwiyono.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help