Home »

Depok

25 Pasien Cuci Darah Jamkesda Depok Beralih ke BPJS Kesehatan

Sebanyak 25 pasien cuci darah rutin yang selama ini merupakan peserta Jaminan Kesehatan Daerah Depok, sudah beralih ke BPJS Kesehatan.

25 Pasien Cuci Darah Jamkesda Depok Beralih ke BPJS Kesehatan
Warta Kota/angga bhagya nugraha
ILUSTRASI - Sejumlah warga antre mendaftar BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) di Kantor BPJS Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta Pusat. 

WARTA KOTA, DEPOK-Sebanyak 25 pasien cuci darah rutin yang selama ini merupakan peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Depok, kini dipastikan sudah beralih ke BPJS Kesehatan.

Bukan hanya itu saja, sebanyak 127.937 warga peserta Jamkesda Depok dipastikan akan dialihkan menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Hal itu dikatakan Kepala UPT Jaminan Kesehatan Daaerah (Jamkesda) Kota Depok, Yulia, Kamis (17/12/2015).

Yulia memastikan pihaknya sudah optimal dalam melakukan peralihan 127.937 jiwa peserta Jamkesda Kota Depok untuk terintegrasi maksimal ke BPJS.

Menurutnya Sebanyak 127.937 jiwa peserta Jamkesda yang akan terintegrasi ke BPJS, sudah disetujui oleh RT hingga kecamatan.

"Karena kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan se-Depok untuk peralihan ini," kata Yulia.

Yulia menjelaskan, proses peralihan Jamkesda ke BPJS Kesehatan sudah dimulai sejak Februari 2015 dengan sosialisasi updating data. "Lalu pada Maret 2015 ke pengolahan hasil updating data, ke sosialisasi coklit," katanya.

Sehinggga menuturnya, penyaringan data sudah melewati proses pengolahan coklit dan uji publik. "Untuk aat ini sedang dilakukan musyawarah cabang di 11 kecamatan," katanya.

Menurut Yulia pihaknya sudah mensosialisasikan hasil terakhir verifikasi uji publik hingga ke tingkat kelurahan dengan mengajak LPM, RW, dan Kepala Puskesmas.

Bahkan dalam uji publik pun diketahui oleh RT dan diperkuat dengan tanda tangan fakta integritas. "Jadi, apabila ada pihak yang merasa tidak dilibatkan dalam proses peralihan tersebut, Yulia mempertanyakan keberadaannya saat adanya proses sosialisasi uji publik," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help