Bebas Visa Akan Jadi Daya Tarik Utama Turis ke Indonesia

Siapa dekat, dia dapat, siapa cepat, dia selamat, siapa murah dia melimpah.

Bebas Visa Akan Jadi Daya Tarik Utama Turis ke Indonesia
Tribunnews.com
Kutai Kartanegara promo sederet destinasi wisata. 

WARTA KOTA, SENAYAN -– Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya berkesimpulan, industri pariwisata itu tak jauh-jauh dari prinsip dalam dunia bisnis seperti di antaranya, bisnis telekomunikasi.

"Kedekatan atau proximity itu sangat menentukan. Siapa dekat, dia dapat, siapa cepat, dia selamat, siapa murah dia melimpah," katanya di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Menurut Arief, berkat hal itulah, mengapa angka kunjungan turis di Eropa itu spektakuler, jumlahnya besar.

"Kunjungan wisatawan di Paris bisa menembus 80 juta, Spanyol 60 juta, London 40 juta," katanya.

Mengapa itu terjadi?

"Karena, jaraknya dekat, waktu tempuhnya cepat, dan ongkosnya lebih ekonomis, bisa dijangkau kereta cepat atau jalur darat dan stasiunnya di dalam kota, tidak seperti airport yang rata-rata di luar kota, berjarak dan berbiaya lagi," katanya.

Kedekatan, kata Arief, menjadi faktor.

"Originasi atau pasar terdekat kita saat ini adalah Singapore, Malaysia, dan negara-negara ASEAN," jelas Menpar Arief Yahya, yang sejak setahun lalu terus memetakan detail Singapore dan Malaysia itu.

Pemetaan itu menghasilkan strategi dasar pengembangan pasar di dua negara yang acap disebut Negeri Jiran itu.

"Komposisi penduduk Singapore itu berjumlah lima juta, penduduk asli warga Singapore 3,5 juta, ekspatriat 1,5 juta, wisman setahun 15 juta, rata-rata satu bulan 1,25 juta tambahan wisman, sehingga rata-rata per hari ada 6,25 juta manusia di pulau kecil di Selat Malaka itu," kata Arief Yahya.

Yang 3,5 juta penduduk asli punya kebiasaan berwisatanya setahun dua kali di pertengahan dan penghujung tahun.

"Normal-normal saja, nyaris flat sepanjang tahun karena libur mereka sesuai skedul resmi. Yang 1,5 orang, itu yang lebih mobil, karena mereka bekerja, dan lebih fast moving," katanya.

Mereka inilah, kata Arief, yang menjadi sasaran dengan senjata visa free.

"Sehingga, kalau punya waktu 2-3 hari saja, bisa dipakai untuk menyeberang ke Batam-Bintan,” kata Arief Yahya.

Karena itu, pasar 1,5 juta ekspatriat itu adalah objek potensial yang tengah digarap Kemenpar.

Kemudahan Visa Free itu sejak di dipromosikan, langsung terasa dampaknya.

"Pertama, turis yang ke Bintan melonjak tajam, bahkan mengalahkan Batam. Ini sejarah baru peta turis berubah di tanah air. Dan jika promosi semakin tepat, sasaran originasi semakin presisi, akses makin mudah, dan amenitas di Bintan Batam makin komplit dan variatif, potensi itu akan semakin besar," kata Arief Yahya.

Pasar yang 1,25 juta dari turis yang ke Singapore itu, kata Arief Yahya, sudah dicegat dengan promosi one destination two countries. Joint promo Wonderful Indonesia dengan Changi International Airport di Shanghai dan banyak kota di China untuk memromosikan Singapore-Indonesia dalam satu paket.

"Misalnya, dua malam di Singapore, tiga malam di Batam-Bintan, atau kota-kota lain di Indonesia. Sasarannya China, Hongkong, Jepang dan Korea, yang paliang banyak berwisata kea rah ASEAN,” ungkapnya, yang didampingi I Gede Pitana, Deputi Pemasaran Mancanegara dan Rizky Handayani, Asdep Pemasaran ASEAN.

Joint promo ini menjadi menarik karena Singapore juga agresif untuk menjual paket-paket. Indonesia juga super agresif mencari pasar wisata.

"Sesama makhluk agresif kalau digabung, maka akan menghasilkan paket yang murah, meriah, dan maksimal. Orang datang ke Singapore menikmati man made, seperti Universal Studio, Sentosa Island, Jurong Park, shopping, dan lainnya. Lalu, orang menyeberang ke Bintan untuk melihat pantai, pasir putih, laut jernih, langit biru, bawah laut hidup terumbu karang berwarna rupa, dan hutan yang hijau dengan segala habitat yang hidup di dalamnya," katanya.

Karena itu, Arief Yahya menilai, target itu realistis.

"Masuk akal kan? Datang ke lokasi modern, dynamic, penuh dengan kerlap-kerlip lampu. Setelah itu, hidup nature, menikmati alam yang luar biasa eksotis? Lengkap sudah wisawan yang hadir,” kata Arief Yahya.

Dia optimis, target 2016, dengan angka 2,3 juta wisman dari Singapore bisa direbut.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help