Waduh, Tinggi Balita Indonesia di Bawah Standar

Menurut Data dari Kementerian Kesehatan hampir sembilan juta balita di Indonesia atau lebih dari 1/3 balita mengalami stanting

Waduh, Tinggi Balita Indonesia di Bawah Standar
Dok Kompas
WHO menyatakan, 45 persen kematian pada anak-anak diakibatkan oleh faktor malnutrisi (salah gizi). 

WARTA KOTA, GAMBIR - Menurut Data dari Kementerian Kesehatan hampir sembilan juta balita di Indonesia atau lebih dari 1/3 balita mengalami stanting, atau kondisi di mana balita lebih pendek dari standar tinggi badan seumurnya.

"Pertama kami (Kementerian Kesehatan) sadari, bahwa Stanting di Indonesia ini masih tinggi, berkisar 37 persen," ujar Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek di Jakarta, Minggu (6/12).

Oleh karena itu, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional yang ke-51, Kementerian Kesehatan menkampanyekan Generasi Cinta Sehat, Siap Membangun Negeri.

"Generasi cinta sehat adalah kita semua. Bangsa Indonesia dari berbagai usia, bayi, balita, anak, remaja, dewasa dan lansia turut serta dalam pembangunan kesehatan," imbuhnya.

Diketahu penyebab stanting adalah karena kekurangan gizi dalam waktu yang lama pada 1000 hari pertama kehidupannya.

Hanya Kamboja, Laos dan Timor Leste yang memiliki angka stanting lebih tinggi daripada Indonesia.

Di Indonesia, terdapat lima provinsi dengan angka stanting tertinggi, yakni Sumtaera Utara 38,58 persen, Kalimantan Barat 38,77 persen, Nusa Tenggaran Timur 48,01 persen, Sulawesi Tenggara 38,89 persen, dan Papua 38,84 persen.

Sementara, Jakarta sebaga Ibu Kota Indonesia, mempunyai angka stanting 22,9 persen. (Dennis Destryawan)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help