Bandeng Rorod Asal Bekasi Tanpa Duri Lho

Untuk mempermudah konsumsi bandeng, seorang warga Bekasi, Yesi Herawati, membuat hidangan dari ikan bandeng ini menjadi Bandeng Rorod.

Bandeng Rorod Asal Bekasi Tanpa Duri Lho
dok. pribadi
Yesi Herawati pemilik Bandeng Rorod 

Yesi mengatakan, dirinya sering mengikuti pameran untuk memperkenalkan produk bandengnya kepada masyarakat.

Selain menjualnya secara eceran, perempuan berkerudung ini juga membuka kemitraan bagi siapapun yang ingin ikut berjualan bandeng rorod.

"Modal awalnya Rp 900.000, nanti kami akan mengirimkan 50 bandeng yang sudah dikemas. Saat berjualan, bandengnya bisa ditaruh di dalam kulkas sehingga bisa tahan sampai beberapa bulan," katanya.

Menurutnya, dengan modal Rp 900.000, mitranya dapat menjual dengan harga sesuai dengan yang diinginkannya.

Tidak ada aturan harga darinya. Sedangkan harga satu bandeng yang dikemas selama di pameran JCC Senayan dijualnya Rp 50.000.

Yesi mengatakan, bandeng rorod yang rasanya gurih dan sedikit pedas cocok digunakan untuk lauk bersama nasi atau pun dimakan langsung.

Bandeng sendiri rupanya memiliki kandungan gizi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan ikan salmon yang harganya sangat mahal di pasaran.

Kandungan omega 3 yang terdapat pada bandeng, ternyata enam kali lebih tinggi dibandingkan dengan salmon yang hanya 2,6 persen. Sementara kandungan omega 3 pada bandeng mencapai 14,2 persen.

Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved