Penyandang Disabilitas masih Dipandang Sebelah Mata

Setiap manusia memiliki hak yang sama, tidak terkecuali penyandang disabilitas.

Penyandang Disabilitas masih Dipandang Sebelah Mata
Warta Kota/Dwi Rizki
Walau memiliki keterbatasan fisik, setiap penyandang disabilitas selayaknya diakui keberadaannya tanpa dibedakan dengan kemampuan motoriknya. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Setiap manusia memiliki hak yang sama, tidak terkecuali penyandang disabilitas sekalipun.

Walau memiliki keterbatasan fisik, setiap penyandang disabilitas selayaknya diakui keberadaannya tanpa dibedakan dengan kemampuan motoriknya.

Kalimat tersebut lugas disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa kepada ribuan penyandang disabilitas yang hadir dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2015).

Dalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa Khofifah itu mengakui jika keberadaan para penyandang disabilitas masih dinomorduakan oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha.

Sehingga, tidak seperti masyarakat pada umumnya, beragam fasilitas umum hingga kesempatan kerja masih sulit dinikmati bagi para penyandang disabilitas, saat ini.

Padahal lanjutnya, tidak sedikit para penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan setara atau bahkan diatas rata-rata orang normal dalam suatu bidang kejuruan.

Namun, stigma negatif, yang menyebutkan para penyandang disabilitas memiliki keterbatasan kemampuan, masih mengerucutkan pola pikir masyarakat terhadap para penyandang disabilitas sebagai masyarakat kelas dua.

"Hal ini yang harus dirubah, mulai dari pemerintah hingga kalangan swasta harus memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas, tidak hanya kesempatan berkarir, hak politik hingga kesempatan untuk dapat mengakses layanan umum seperti transportasi, kesehatan maupun pendidikan harus didapatkan," tegasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah mengajukan berbagai usulan kepada kementerian terkait untuk dapat memberikan fasilitas lebih kepada para penyandang disabilitas.

Seperti misalnya pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Braile ataupun pembuatan trotoar pemandu untuk memudahkan para penyandang tuna netra.

"Kita juga sudah ajukan usulan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk pembuatan KTP braile. Mudah-mudahan tahun 2016 sudah disahkan DPR RI. Tujuannya supaya kartu identitas penyandang tuna netra tidak tertukar KTP-nya," jelasnya.

Bersamaan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang ditetapkan sejak 3 Desember 1992 silam, pihaknya bersama dengan beberapa pihak swasta pun turut membagikan alat bantu kepada sejumlah penyandang disabilitas, diantaranya, kursi roda, tongkat pemandu, tongkat berjalan dan alat dengar.

Hal tersebut sangat diapresiasi oleh sebanyak 5000 orang penyandang disabilitas yang hadir dalam acara.

Tidak sedikit penyandang disabilitas yang menangis atau tertawa bahagia lantaran seperti diketahui jika sejumlah alat bantu tersebut sangat mahal harganya di pasaran.

Rasa senang tersebut seperti yang terlukiskan dalam wajah Indra (20) penyandang tuna rungu asal Jakarta Timur. Walaupun dirinya tidak bisa berkata-kata, mengekspresikan kegembiraannya kepada Khofifah, pemuda lajang itu tidak henti-hentinya tersenyum ketika mendapatkan alat dengar.

Terbata-bata, dirinya pun berterima kasih kepada Kementerian Sosial RI maupun PT Sumber Alfaria Trijaya atau dikenal sebagai Alfamart atas bantuan yang diberikan. Dirinya pun memohon agar bantuan tidak hanya terbatas pada alat bantu, tetapi masing-masing pihak dapat memberikan kesempatan kerja kepada penyandang tuna rungu seperti dirinya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya, bantuan ini memang kelihatannya kecil, tapi ini sangat membantu saya untuk bisa berkomunikasi lebih baik," ungkapnya terbata-bata sembari tetap menggunakan bahasa isyarat.

Ditemui bersamaan, Corporate Affairs Director PT. Sumber Alfaria Trijaya, Solihin menuturkan, sejumlah alat bantu yang disalurkan kepada para penyandang disabilitas tersebut berbarengan dengan program Berbagi Bersama Masyarakat yang diusung pihaknya.

Sehingga, sesuai dengan namanya - Berbagi Bersama Masyarakat - seluruh bantuan tersebut merupakan hasil donasi para pelanggan setia Alfamart maupun Alfamidi yang terkumpul selama periode 1 November - 31 Desember 2015.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari program Berbagi Bersama Masyarakat bekerja sama dengan Yayasan Berani Bhakti Bangsa (YBBB). Bentuknya berupa penyaluran bantuan 5.000 unit alat bantu bagi penyandang disabilitas," katanya di sela acara.

Selama periode penghimpunan donasi tersebut, perusahaan mengajak partisipasi konsumen di toko. "Tak hanya itu, masyarakat juga dapat merekomendasikan langsung pada kami calon penerima bantuannya,” katanya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help