WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Sebanyak 30.000 Driver Go-Jek Ikuti Program Safety Riding Rifat Sungkar

Program keselamatan berkendara ini akan terus dilaksanakan hingga setiap driver lulus.

Sebanyak 30.000 Driver Go-Jek Ikuti Program Safety Riding Rifat Sungkar
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, PAMULANG -- Sejak mulai diadakan pada Juni 2015 lalu, pelatihan keselamatan berkendara (safety riding) bertajuk Street Smart Program (SSP) bersama Rifat Sungkar, pebalap nasional sekaligus duta safety riding Indonesia, hingga kini, telah diikuti oleh 30.000 driver Go-Jek dari total 200.000 driver Go-Jek di berbagai wilayah di Indonesia.

Para driver yang mengikuti program ini berasal dari lima kota yang telah dilayani Go-Jek, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan Makassar.

Fokus utama program ini adalah membentuk pola pikir berkendara yang baik serta memberikan edukasi berkendara dalam bentuk teori dan praktik.

Program ini pertama kali diluncurkan di bulan Juni 2015, bekerja sama dengan Rifat Drive Labs (RDL) yang dikomandoi Rifat Sungkar sebagai partner pelatih.

"Selanjutnya, Go-Jek dan RDL akan segera melaksanakan pelatihan di Medan, Palembang, Semarang, Yogyakarta, dan Balikpapan, di mana Go-Jek telah resmi beroperasi sejak 16 November 2015 lalu," kata Nadiem Makarim, CEO Go-Jek, di lokasi pelatihan yang bertempat di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (24/11/2015).

Nadiem mengatakan, program keselamatan berkendara ini akan terus dilaksanakan hingga setiap driver lulus. Dia ingin para pelanggan Go-Jek mendapatkan rasa aman berkendara ketika menggunakan jasa Go-Jek.

Maka dari itu, kata Nadiem, SSP tidak akan berhenti di pelatihan, karena pelatihan baru tahap pertama dari rangkaian program. Langkah kedua adalah memastikan output dari pelatihan yang difasilitasi oleh RDL, dan terakhir adalah terus mempertahankan hasil yang dicapai.

"Ini adalah komitmen Go-Jek untuk  meningkatkan kualitas berkendara para mitra untuk menjadi pengemudi yang bertanggungjawab dan selalu mengutamakan keselamatan," ucap Nadiem.

Sementara itu, Rifat Sungkar mengatakan, program safety riding sangat penting bagi pengendara sepeda motor. Karena hingga kini kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh kecelakaan sepeda motor.

Rifat mengungkapkan, data kecelakaan menyatakan bahwa kecelakaan sepeda motor mencapai 5,036 kasus atau 56 persen dari 9,002 total jumlah kecelakaan bermotor di Tanah Air.

"Ini membuktikan dibutuhkan pelatihan berkendara yang aman bagi para pengendara motor," kata Rifat di tempat yang sama.

Rifat menambahkan, pelatihan berlangsung selama 8 jam, terbagi atas dua sesi, yakni teori dan praktik. Pada sesi teori, Rifat bersama RDL memberikan pengetahuan dasar seperti  Riding Objective, Traffic Data Accident, Pre-Trip Inspection, Safety & Comfort Driving, dan Riding Technique.

"Kemudian, dilanjutkan sesi praktek untuk memeragakan skills seperti balancing, braking, speedbump, dan seterusnya," ucap Rifat.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help