Surani Ubah Styrofoam Jadi Benda Bernilai Tinggi

Bagi Surani (53) styrofoam, material yang sulit terurai, bisa didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Surani Ubah Styrofoam Jadi Benda Bernilai Tinggi
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Surani saat menunjukkan lukisan yang berbahan styrofoam. 

WARTA KOTA, PULOGADUNG - Bagi Surani (53) styrofoam, material yang sulit terurai, bisa didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Bahan tersebut bisa diubah menjadi karya seni dan bahan bangunan seperti batu bata.

Bertempat di salah satu bengkel daur ulangnya di SMK Negeri 7 Rawamangun serta sebagian siswa, Surani memberikan pelatihan mengubah styrofoam bekas agar dibuat menjadi dekorasi pernikahan ataupun diolah menjadi clay atau lilin.

Surani menuturkan pengolahan lilin dimulai dengan melarutkan styrofoam menggunakan bensin agar mencair dan menyerupai lem yang kental.

Dalam kesempatan yang sama, bubur kertas juga dibuat dengan menggunakan air untuk melumatkan kertas.

"Bubur kertas itu kemudian diaduk dengan tanah sehingga menghasilkan adonan kertas dan tanah yang kalis," ujarnya, Minggu (22/11).

Selanjutnya kedua adonan, styrofoam dan bubur kertas yang dicampur tanah, kemudian diaduk menjadi satu dengan menggunakan tangan.

Sementara jika ingin membuat batubata, adonan clay tinggal dicampur dengan gamping sehingga diperoleh adonan yang lebih keras dan padat.

"Kurang dari setengah hari setelah dicetak, adonan batubata langsung kering," katanya.

Menurutnya, setiap 0,5 kwintal styrofoam dapat diolah menjadi lilin seberat 1 kg dengan biaya Rp 10.000.

Halaman
12
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved