Balap Mobil

Ketua DPRD DKI, Menjaga Adrenalin Lewat Balap Mobil Offroad

Bagi Prasetyo Edi Marsudi, memiliki berbagai kesibukan, harus tetap menjaga kebugaran dan semangatnya. Termasuk dengan memacu adrenalin.

Ketua DPRD DKI, Menjaga Adrenalin Lewat Balap Mobil Offroad
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi 

WARTA KOTA, GAMBIR - Bagi Prasetyo Edi Marsudi, memiliki berbagai kesibukan, harus tetap menjaga kebugaran dan semangatnya. Termasuk dengan memacu adrenalin.

Pasalnya, tak hanya sibuk sebagai pengusaha, pria yang kerap disapa Pras itu, juga mengembn tugas sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Pria kelahiran Surbaya, 13 Mei 1962, itu pun memilih olahraga speed offroad untuk hobinya.

"Saya pilih hobi ini, karena melatih konsentrasi, kekuatan, dan penuh tantangan juga adrenalin," kata Pras, ketika ditemui Warta Kota, di ruangan kerjanya, Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Hobinya tersebut, menurut Pras cocok dengan pekerjaan yang digelutinya. Sebagai pengusaha dan politikus, diperlukan semangat dan adrenalin yang terus terjaga.

"Usia boleh semakin tua, tapi adrenalin dan semangat tetap harus terjaga," kata bapak dua anak ini.

Pras mengaku, telah menggeluti hobinya tersebut sejak tahun 1987. Saat ini terdapat tiga unit mobil balap offroad yang ditungganginya.

Yaitu Cherokee 5.000 cc tahun 1996, Polariz 900 cc tahun 2012, Tubular Roll-Cage 6.000 cc (modifikasi).

"Saya memang suka dengan hobi yang menantang adrenalin. Mulai dari motocross, slalom, turing, rally, dan sekarang saya sedang suka dengan speed offroad," kata pria yang juga menjadi kandidat Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini.

Dengan timnya, Banteng Motor Sport (BMS), ia biasa berlatih speed offroad dua kali dalam sebulan, pada akhir pekan di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.

Bahkan, ia juga tidak segan mengajak istrinya, Novi Prasetyo Edi (41), beserta dua putranya, Wiby Prasetyo (28) dan Bimo Prasetyo (27).

"Kalau anak-anak, sudah menyetir sendiri mobilnya, mereka juga sudah ikut kejuaraan. Nah, kalau istri saya ajak, menjadi navigator. Yang penting kita bisa berolahraga sambil kumpul bersama keluarga," katanya.

Bahkan, meskipun beberapa kali pernah merasakan mobilnya terbalik saat balapan, ia mengaku tidak kapok.

Justru hal tersebut, semakin membuatnya tertantang.

"Selama balapan sudah sembilan kali mobil saya terguling. Tapi tidak luka-luka berat, karena mobil dan perlengkapan keamanan sudah sesuai standar. Saya nggak pernah kapok. Justru dengan balapan ini, semakin kita belajar, bagaimana mengemudikan mobil di dalam berbagai kondisi, seperti di tanah, lumpur, dan lompatan, tapi dengan sekencang mungkin," kata lulusan sarjana hukum tersebut.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help