Gemerlap Ibu Kota Dihantui Gizi Buruk

Saat dijenguk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa, bocah itu terbaring lemah di salah satu ruang di lantai 16 RSUD Koja.

Gemerlap Ibu Kota Dihantui Gizi Buruk
KOMPAS.com/DARWIATY H AMBO DALLE
Balita Muhammad Fathur, salah satu penderita gizi buruk. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Rumah kontrakan dengan dua kamar itu sesak saat dimasuki tujuh orang.

Total orang yang mendiami hunian berukuran 6 meter x 6 meter ini 10 orang.

Salah satunya, Reki Gading Mahesa (9), bocah yang tak pernah lepas dari gendongan neneknya. Inilah potret kemiskinan di Jakarta.

Taminah (53), nenek Reki, bergegas membereskan barang-barang yang hendak dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Jakarta Utara. Setelah mengurus suaminya, Atim (59), yang terkena stroke, perempuan itu menyiapkan sejumlah surat untuk pengobatan sang cucu.

Sejumlah pakaian tercecer di ruangan utama kontrakan itu.

”Reki sudah nyariin saya. Baru juga ditinggalin bentar. Mana harus ngurus suami juga,” ucap Taminah, Rabu (11/11), menggambarkan kerepotannya saat ditemui di kontrakan.

Kediaman ini terletak di Gang Kelapa Nunggal II, RT 006 RW 003, Cilincing, Jakarta Utara.

Reki, cucu ketiganya, dirawat di RSUD Koja sejak Minggu.

Bocah yang sudah yatim piatu itu dirawat karena gizi buruk, bahkan teridentifikasi infeksi paru-paru.

Reki sudah menjadi yatim piatu semenjak usianya belum genap 10 bulan. Yanti, ibunya, meninggal saat Reki berusia sembilan bulan. Ibu tiga anak itu menderita TBC akut. Sementara ayah Reki, Sapta Dharma, meninggal saat Reki berusia dua bulan.

Halaman
1234
Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help