Pergub Unjuk Rasa Akhirnya Direvisi

Jadi, sebelum adanya Pergub mereka kan bebas berdemo dimana-mana padahal kan sudah ada Undang-Undang.

Pergub Unjuk Rasa Akhirnya Direvisi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BALAIKOTA - Setelah mendapatkan desakan dan penolakan, akhirnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akhirnya merevisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka.

Saat ini, revisi Pergub tersebut, sudah ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Jadi memang akan direvisi. Pergub-nya. Kemarin sudah direvisi hari Jumat, sebelumnya hari Kamis kita verbal, Jumatnya sudah ditandatangani Pak Ahok. Yaitu menitikberatkan pada pasal Empat, yaitu tempat yang diizinkan untuk unjuk rasa," kata Ratiyono, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) DKI, dihubungi, Senin (9/11/2015).

Dalam Pasal Empat, diatur pengendalian menyampaikan pendapat di muka umum Pemda DKI mengatur hanya boleh dilakukan di tiga tempat.

Yaitu di lapangan Parkir Timur Senayan, lapangan silang Monas, dan alun-alun DPR.

"Dalam pasal itu, kami ubah kalimatnya. Menjadi, Pemda menyediakan tiga tempat di lokasi yang telah disebutkan. Jadi kata hanya di kalimat tersebut kita hilangkan," kata Ratiyono.

Seperti diketahui, Pemprov menerbitkan Pergub Nomor 228 dengan mengacu Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

"Jadi, sebelum adanya Pergub mereka kan bebas berdemo dimana-mana padahal kan sudah ada Undang-Undang. Jadi dengan ditentukan tiga lokasi ini dengan Pergub kita berharap masyarakat lain tetap berjalan kehidupannya dan kegiatan perekonomiannya," ujar katanya.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved