Home »

News

» Jakarta

Pertanyakan Nasib Anggota, FBR Geruduk Hotel Morrissey

Merasa khawatir atas nasib salah satu karyawan bernama Akbar (35), sejumlah pria yang berasal dari FBR menggeruduk Hotel Morrissey, Menteng, Selasa.

Pertanyakan Nasib Anggota, FBR Geruduk Hotel Morrissey
Tribunnews.com
Ilustrasi : Ratusan orang dari Forum Betawi Rempug lakukan aksi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2014) 

WARTA KOTA, MENTENG - Merasa khawatir atas nasib salah satu karyawan bernama Akbar (35), sejumlah pria yang berasal dari organisasi masyarakat (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) menggeruduk Hotel Morrissey, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2015).

Mereka meminta agar pihak manajemen hotel tidak kembali melakukan intimidasi terhadap pria yang masih memiliki hubungan dengan salah satu tokoh FBR di wilayah Jakarta Selatan itu ke depannya.

"Kami datang ke sini baik-baik, mau menemui pihak hotel karena kami dapat informasi kalau saudara kami, Akbar, kena ancam sama manajemen hotel. Dia diancam mau dilaporin ke polisi soal tuduhan gelapin data hotel. Padahal itu semua nggak bener," ungkap Edi Kropal, salah satu tokoh FBR.

Namun, usai berdiskusi dan menyampaikan maksud kedatangannya kepada petugas keamanan, yakni untuk bertemu dengan pihak manajemen hotel, rombongan yang dipimpinnya itu terlihat kembali pulang. Hal tersebut dikarenakan pihak manajemen hotel sedang tidak berada ditempat.

"Kami ketemu chief security, namanya Agung tadi, mereka bilang kalau pihak manajemen nggak ada di tempat. Kita coba tanya apakah benar ada intimidasi dari manajemen, mereka jawab nggak ada, tapi kenyataannya ada dua karyawan mereka, namanya Yarohim sama Rifan Priyadi yang udah masuk sel Polsek Menteng seminggu lalu. Kita nggak mau kejadian itu, kejadian juga sama saudara kita (Akbar)," kata Edi Kropal.

Rasa khawatir dirinya maupun anggota FBR lainnya diakui memang beralasan. Karena diketahui, jika kedua mantan karyawan yang ditangkap dengan tuduhan penggelapan dan pencurian data hotel itu sempat menerima berbagai perlakuan buruk dari penyidik Polsek Menteng untuk mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukan.

"Soal dipukulin itu juga kita dapet dari mereka, mereka dipukulin sama penyidik supaya ngaku lakuin penggelapan data, padahal nggak. Tapi bagusnya mereka nggak ngaku, karena emang nggak pernah ngelakuin, parahnya mereka sempet nginep (mendekam) tiga hari juga di sel tahanan," kata Edi Kropal meninggalkan lobi Hotel Morrissey.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Menteng, Kompol Dedi Tabrani membenarkan jika pihak Hotel Morrissey sedang mengalami masalah saat ini. Namun, dirinya enggan untuk memaparkan lantaran permasalahan tersebut menyangkut kebijakan internal manajemen.

"Permasalahan memang ada, tapi hal itu tidak usah dibesarkan, karena masalah internal. Kalau soal penahanan dua karyawan hotel itu tidak benar, tidak ada karyawan hotel kita periksa, apalagi dipukulin," tutupnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help