Terkendala Kemarau, Pasokan Air Baku di Jakarta Belum Bisa Diolah

Hingga memasuki bulan November 2015, Jakarta masih dilanda kemarau. Kekeringan pun terjadi di beberapa wilayah.

Terkendala Kemarau, Pasokan Air Baku di Jakarta Belum Bisa Diolah
kontan.co.id
Pusat penyulingan air Palyja. 

WARTA KOTA, GAMBIR - Hingga memasuki bulan November 2015, Jakarta masih dilanda kemarau. Kekeringan pun terjadi di beberapa wilayah.

Berdasarkan data dari BMKG bahwa musim kemarau masih akan berlanjut sampai dengan akhir tahun.

Dampaknya, sumur-sumur warga sudah banyak yang kekeringan dan sumber-sumber air baku PAM Jaya pun semakin hari semakin menurun kuantitas dan kualitasnya.

Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya, Erlan Hidayat, mengatakan, saat ini, hanya beberapa sungai saja yang bisa diproses menjadi air bersih.

"IPA (Instalasi Pengolahan Air) Taman kota yang menggunakan Cengkareng Drain sebagai sumber air bakunya beberapa kali di nonaktifkan. Sekalipun bisa beroperasi hanya 50-70 persen dari kapasitas normal, hal ini terjadi karena air bakunya mengalami intrusi air laut," kata Erlan, dalam rilisnya yang diterima Warta Kota, Minggu (1/10).

Lalu, lanjutnya, IPA Cilandak hanya mampu menghasilkan 50 persen dari total kapasitas produksi. Hal ini juga disebabkan oleh kualitas air baku Kali Krukut yang semakin menurun di musim kemarau ini.

Namun, menurut Erlan, pasokan air baku di Jakarta, masih terbantu dengan adanya sumber air baku dari Waduk Jatiluhur, Purwakarta.

"Pihak PJT (Perum Jasa Tirta) II, menyampaikan bahwa dengan kondisi TMA pada level 85 mdpl (meter diatas permukaan laut) atau pola kering sekalipun, PJT II akan tetap mengirimkan air baku ke Jakarta sesuai dengan kesepakatan yang sudah ada. PJT II menyampaikan bahwa saat ini mereka masih menggunakan turbin untuk mendorong air, dan jika TMA mencapai titik 49 mdpl, hollow jet akan diaktifkan guna mendorong air ke DKI Jakarta," kata Erlan.

Tak hanya itu, selain air baku dari Jatiluhur, PAM Jaya juga mendapatkan air curah dari PDAM Kabupaten Tangerang.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved