Melemahnya Rupiah Pangkas Pendapatan Astra Delapan Persen

Pendapatan bersih konsolidasian AI terpangkas sebesar 8 persen menjadi Rp 138,2 triliun.

Melemahnya Rupiah Pangkas Pendapatan Astra Delapan Persen
Istimewa
Ilustrasi. Honda Brio di pameran selama sepekan 19-25 Oktober 2015 di Mall Kota Kasablanka, Setiabudi, Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pelambatan ekonomi Indonesia, melemahnya kurs rupiah dan adanya perang diskon harga mobil langsung tercermin dalam kinerja keuangan PT Astra International Tbk (AI).

Salah satu indikatornya, pendapatan bersih konsolidasian AI terpangkas sebesar 8 persen menjadi Rp 138,2 triliun, kata Presdir PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto di Jakarta, Kamis (29/10)

Dikatakan, penurunan kinerja itu, antara lain, disebabkan karena anjlognya penjualan mobil sebesar 20 persen, sementara penjualan motor juga turun 14 persen.

Menurut dia, dalam kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan itu, tak heran bila kontribusi seluruh segmen bisnis perseroan mengalami penurunan, kecuali alat berat dan pertambangan.

"Grup Astra menghadapi penurunan konsumsi domestik, persaingan di pasar mobil, pelemahan harga komoditas dan penurunan kualitas kredit korporasi dalam sembilan bulan pertama tahun 2015 ini,"ujar Prijono dalam rilis yang dikeluarkan PT Astra International Tbk hari ini.

Dikatakan, lemahnya permintaan otomotif selama sembilan bulan pertama tahun 2015 disebabkan karena perlambatan ekonomi.

Selain itu, tambahnya, diskon harga di pasar mobil---yang disebabkan kelebihan kapasitas produksi---turut menekan laba bersih perseroan.

Hal yang kalah pentingnya, kontribusi bisnis komponen otomotif juga tercatat lebih rendah. Hal ini disebabkan karena berkurangnya volume dan pelemahan kurs Rupiah.

Data yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan penjualan mobil secara nasional turun 18 persen menjadi 765.000 unit.

Sementara penjualan mobil Astra turun sebesar 20 persen menjadi 382.000 unit sehingga menyebabkan penurunan pangsa pasar dari 51 persen menjadi 50 persen pada sembilan bulan pertama tahun 2015, kata Prijono.

Penulis: Herry Sinamarata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved