Pengembang Properti Jepang Tawarkan Kondominium di Kawasan Simatupang

Sebelumnya, Tokyu Land Indonesia juga telah memperkenalkan hunian eksklusif di Serpong dengan nama Branz BSD.

Pengembang Properti Jepang Tawarkan Kondominium di Kawasan Simatupang
Warta Kota/Agustin Setyo Wardani
Maket proyek Branz Simatupang yang dikembangkan oleh pengembang asal Jepang, Tokyu Land Indonesia, di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, CILANDAK - Pengembang properti asal Jepang, Tokyu Land Indonesia, menawarkan proyek hunian pertamanya di kawasan Simatupang Jakarta Selatan.

Produk hunian yang dimaksud adalah Branz Simatupang, yakni hunian kondominium yang dikhususkan untuk konsumen kelas atas. Sebelumnya, Tokyu Land Indonesia juga telah memperkenalkan hunian eksklusif di Serpong dengan nama Branz BSD.

Untuk itu, pengembang tersebut juga membuka galeri marketing untuk Branz Simatupang yang terletak di Metropolitan Tower lantai 2, atau terletak tepat di sebelah proyek yang telah dibangun tersebut.

Branz Simatupang sendiri memiliki konsep bangunan bertema air. Dimana, filosofi ini didasarkan pada gagasan bahwa air bisa dengan mudah larut bercampur dengan senyawa apapun. Konsep tersebut merupakan perpaduan budaya Indonesia dengan Jepang.

Business Development Manager Tokyu Land Indonesia Tsuyoshi Kojima menyampaikan konsep air tercermin dalam berbagai fitur dan fasilitas bangunan yang sangat bervariasi.

Bahkan, selama 3 tahun sejak kehadirannya di Indonesia pada 2012 lalu, perusahaan properti yang sudah 40 tahun berdiri di Jepang ini telah mengadakan riset untuk mengetahui karakteristik warna dan gaya hidup di Indonesia.

"Lokasi Branz Simatupang terletak di area bisnis yang berkembang pesat dengan daerah perumahan sekelilingnya. Branz Simatupang menempati lahan seluas 1,5 hektar dan nantinya kami akan membangun 2 menara dengan total 381 unit kondominium di dalamnya," kata Kojima saat mengadakan konferensi pers di Marketing Galeri Branz Simatupang, Selasa (27/10).

Kojima melanjutkan, area Simatupang merupakan area yang ramai dengan kondominium. Bahkan, dalam bisnis hunian, Simatupang adalah area yang memiliki peningkatan harga tertinggi di Jakarta.

Tidak hanya itu, mengapa Simatupang dipilih, karena aksesnya akan dilalui oleh moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT). Dimana, proyek Branz Simatupang sendiri terletak hanya 800 meter dari stasiun terdekat, yakni Fatmawati.

Kojima menyebut, kedua tower dengan 27 lantai ini juga sangat cocok dijadikan tempat hunian lantaran letaknya dengan dengan fasilitas umum rumah sakit serta sekolah-sekolah internasional.

"Kondominium ini dirancang tidak hanya untuk warga Indonesia tetapi juga untuk orang asing dan ekspatriat yang bermukim di Jakarta," jelasnya.

Sementara itu, Director of Tokyu Land Indonesia, Tai Horikawa, mengatakan proyek ini sengaja diberi nama Branz, sama dengan proyek Tokyu Land lainnya di Jepang.

"Harapannya agar bisnis terus berkelanjutan karena nama Branz sudah establish di Jepang. Sehingga, dalam mengekspresikan kualitas sebuah produk, kami menggunakan nama Branz," kata Horikawa.

Adapun unit kondominium ini, terdiri dari dua jenis yakni 2 bed dan 3 bed. Dimana, harga untuk kondominium jenis 2 bed dijual seharga Rp 5 Miliar dan jenis 3 bed dijual seharga Rp 6 Miliar semi furnished. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved