WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Yayasan Coca Cola Salurkan Rp 163 Miliar untuk Perpustakaan

Yayasan Coca Cola Indonesia menyalurkan bantuan dari Yayasan Bill dan Melinda Gates sebesar Rp 163,7 miliar untuk pengembangan perpustakaan.

WARTA KOTA, SENAYAN-Yayasan Coca Cola Indonesia (CCFI) akan menyalurkan bantuan yang diberikan oleh Yayasan Bill dan Melinda Gates (BMGF) sebesar 12 juta dolar AS atau senilai dengan Rp 163,7 Miliar untuk mengembangkan perpustakaan di Indonesia.

Pengembangan perpustakaan ini akan berada di dalam program PerpuSeru yang sudah dilaksanakan oleh CCFI sejak 2011.

Program ini berusaha untuk mengembangkan perpustakaan-perpustakaan di daerah menjadi pusat belajar berbasis layanan teknologi informasi (TI) yang bisa digunakan oleh masyarakat.

President Global Development Yayasan Bill dan Melinda Gates, Christopher Elias, mengatakan dengan tersedianya akses internet cepat, perpustakaan umum bisa menghadirkan berbagai program yang dapat membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

"Dengan menghadirkan berbagai informasi yang sesuai dengan kebutuhan, maka program ini bisa membantu kehidupan masyarakat yang menggunakan jasa perpustakaan menjadi lebih baik dan sejahtera," kata Chris saat konferensi pers di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (26/10).

Sementara itu, Ketua Yayasan Coca Cola Indonesia, Titie Sadarini mengatakan PerpuSeru akan terus bermitra dengan perpustakaan nasional maupun perpustakaan-perpustakaan di tingkat kabupaten dan desa untuk terus mengembangkan fungsi perpustakaan di Indonesia.

PerpuSeru sendiri merupakan program yang memanfaatkan keberadaan perpustakaan umum yang sudah ada untuk memberdayakan jutaan masyarakat, mendorong inovasi dan kreatifitas baru, serta menyediakan berbagai pengetahuan jutaan masyarakat maupun keterampilan praktis yang relevan.

Direktur Program PerpuSeru, Erlyn Sulistyaningsih, menambahkan, program ini dikhususkan bagi perempuan, pemuda, serta pengusaha mikro dalam mencari dan mengembangkan usaha mereka.

Sebagai informasi, program PerpuSeru sejak 2011 hingga sekarang sudah berhasil mentransformasikan 118 perpustakaan umum di 34 kabupaten dan 84 desa di 16 provinsi di Indonesia. Erlyn menjelaskan, dengan donasi yang diberikan oleh BMGF, diharapkan ada 550 perpustakaan di 99 kabupaten dan 451 desa yang bertransformasi menjadi pusat belajar masyarakat dengan memaksimalkan kegiatan belajar menggunakan fasilitas TI.

Selain menggunakan komputer berjaringan internet, masyarakat juga bisa mengikuti program pelatihan dan monitoring serta pendampingan tentang bagaimana memanfaatkan teknologi untuk menciptakan kesempatan ekonomi dan pengetahuan.

Salah satunya dirasakan oleh pemuda bernama Wahid, parkir di perpustakaan Pamekasan, Jawa Timur yang kini memiliki usaha berternak ayam. Mulanya, Wahid belajar cara berternak ayam dari internet di perpustakaan tersebut. Saat ini, dia telah memiliki 100 ayam yang dipelihara sendiri dan 150 ayam yang dikelola oleh mitranya. Atas usaha tersebut, dia berhasil mendapatkan keuntungan antara Rp 2-3 juta per bulannya. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help