Pengacara ASP: Korban Bully M Bukan Hanya Satu Orang

Keluarga ASP (6) menanggapi santai soal pelaporan pihak Sekolah Dasar Tunas Mulia Montessori soal pencemaran nama baik.

Pengacara ASP: Korban Bully M Bukan Hanya Satu Orang
ilustrasi

WARTA KOTA, TANGERANG-Keluarga ASP (6) menanggapi santai soal pelaporan pihak Sekolah Dasar Tunas Mulia Montessori terhadap pihaknya karena dianggap mencemarkan nama baik sekolah terkait dugaan kasus bully yang menimpa ASP.

Kuasa hukum keluarga ASP, Jefri Santoso pada Selasa (20/10) mengatakan, pihaknya sudah mengantongi beberapa bukti maupun saksi yang bisa membuktikan bahwa apa yang diceritakan ASP sama sekali tidak mengada-ada.

"Kami meminta pertanggungjawaban sekolah bukannya tanpa dasar kuat. Apa yang diceritakan ASP kami kroscek lagi ke lapangan. Dari penelusuran kami, terbukti bahwa M memang melakukan bully terhadap ASP," kata Jefri.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, ASP (6) sudah sebulan tidak masuk sekolah. ASP, yang merupakan siswa Sekolah Dasar Tunas Mulia Montessori Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, mengalami trauma berat dan cedera serius di bagian alat kelamin akibat dibully teman sekelasnya yang berinisial M.

Dikonfirmasi pada Senin (19/10), pihak sekolah mengatakan bahwa tidak pernah terjadi tindak penganiayaan apapun terhadap ASP oleh M. Cerita ASP pun dianggap mengada-ada.

Bahkan, menurut Jefri, bukan ASP seorang yang menjadi korban bully M. "Kami temukan fakta bahwa M sudah melakukan pembullyan terhadap anak-anak lain. Malah ada yang pernah digigit tangannya sampai lebam. Bila saatnya sudah tiba, kami akan paparkan semua keterangan korban lain ini," kata Jefri.

Jefri menambahkan, pihaknya juga mendapatkan cerita dari beberapa siswa lain kalau M memang benar melakukan penganiayaan terhadap ASP. "Anak-anak ini bahkan bisa menunjukkan bagian tubuh ASP mana yang ditendang M," katanya lagi.

Soal pelaporan pencemaran nama baik yang dilakukan SD Tunas Mulia Montessori terhadap orangtua ASP ke Mapolsektro Kelapa Dua, Jefri mengatakan bahwa apa yang ditulis orangtua ASP sama sekali tidak menjelek-jelekkan sekolah.

"Sama sekali tidak ada nama sekolah yang bersangkutan dalam tulisan ibu ASP di Facebook. Kalau nama sekolahnya saja tidak ada, bagaimana bisa disebut pencemaran nama baik?," katanya.

Penulis: Banu Adikara
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved