SD Tunas Mulia Montessori Klaim Cerita ASP Mengada-ada

Junita Manurung dalam konferensi pers pada Senin (19/10) menegaskan bahwa keterangan dugaan penganiayaan yang diceritakan ASP sama sekali tidak benar

SD Tunas Mulia Montessori Klaim Cerita ASP Mengada-ada
Warta Kota/Banu Adikara
Wakil Kepala Sekolah Dasar Tunas Mulia Montessori, Junita Manurung dalam konferensi pers pada Senin (19/10). 

WARTA KOTA, TANGERANG - Sekolah Dasar Tunas Mulia Montessori Gading Serpong angkat bicara soal dugaan kasus pembullyan yang dilakukan salah satu siswa kelas 1 SD yang berinisial M kepada temannya, ASP yang juga duduk di tingkat yang sama.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, ASP (6) sudah sebulan tidak masuk sekolah. ASP, yang merupakan siswa Sekolah Dasar Tunas Mulia Montessori Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, mengalami trauma berat dan cedera serius di bagian alat kelamin akibat dibully teman sekelasnya yang berinisial M.

Wakil Kepala Sekolah Dasar Tunas Mulia Montessori, Junita Manurung dalam konferensi pers pada Senin (19/10) menegaskan bahwa keterangan dugaan penganiayaan yang diceritakan ASP sama sekali tidak benar.

"Tidak pernah ada tindakan kekerasan dari siswa kami terhadap siswa lainnya yang membuat siswa yang dianiaya mengalami perawatan," kata Junita.

Junita mengatakan bahwa pihaknya sudah bergerak cepat begitu mendapat laporan dari orangtua ASP menyoal dugaan penganiayaan yang dilakukan M terhadap ASP yang diketahui terjadi pada 11 September.

"Tuduhan ini langsung gugur karena M pada tanggal tersebut tidak masuk sekolah. Ini terbukti berdasarkan keterangan buku absen dan buku penghubung," kata Junita.

Junita melanjutkan, fakta kedua yang menggugurkan tuduhan tersebut adalah rekaman CCTV sekolah.

"Sama sekali tidak ada tindak kekerasan apapun, baik di ruang kelas maupun di kegiatan ekstra kurikuler tae kwon do," katanya lagi.

Proses mediasi, kata Junita, juga sudah diupayakan, namun pihak keluarga ASP tidak pernah menghadirinya.

"Saat kami mau jenguk ke Rumah Sakit Saint Carolus Gading Serpong, kedatangan kami ditolak keluarga ASP," kata Junita.

M sendiri, kata Junita, juga sudah diberikan bimbingan oleh guru-guru sekolah.

"Kami juga sudah panggil orangtua M. M pun sudah kami tanyai, dan mengaku tidak tahu apa-apa," katanya. (Banu Adikara)

Penulis: Banu Adikara
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved