Anak Kelas 1 SD Stress Dibully Teman Sekelas, Ini Kronologinya

ASP masih ketakutan dirinya akan kembali mendapat tindakan kekerasan.

Anak Kelas 1 SD Stress Dibully Teman Sekelas, Ini Kronologinya
Kompas.com
Ilustrasi anak korban bully. 

WARTA KOTA, TANGERANG - ASP (6), siswa kelas 1 SD yang stress berat akibat dibully kawan sekelasnya hingga kini masih belum berani bersekolah.

ASP masih ketakutan dirinya akan kembali mendapat tindakan kekerasan.

Diberitakan sebelumnya oleh Warta Kota, ASP (6) sudah sebulan tidak masuk sekolah. ASP, yang merupakan siswa Sekolah Dasar Tunas Mulia Montessori Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, mengalami trauma berat dan cedera serius di bagian alat kelamin akibat dibully teman sekelasnya yang berinisial M.

Kuasa hukum keluarga ASP, Jefri Santoso pada Senin (19/10) mengatakan, pembullyan terhadap ASP pertama kali terendus pada 18 September lalu.

Kala itu, ASP mengeluh kepada ibunya yang bernama Yessi bahwa dirinya tidak mau lagi masuk sekolah karena takut.

"Selain tidak mau sekolah, ASP juga mengalami demam tinggi dan tidak mau makan. ASP juga mengeluh kemaluannya sakit," kata Jefri.

ASP pun dilarikan ke Rumah Sakit Saint Carolus Gading Serpong. Dari hasil diagnosa dokter, terbukti bahwa ASP menderita tekanan psikis dan fisik akibat penganiayaan yang diduga dilakukan M.

"ASP mengalami trauma di lingkungan sekolah. Sakit di kemaluannya juga akibat ditendang oleh kawan sekolahnya. ASP juga sempat mau bunuh diri gara-gara kejadian ini, namun dicegah orangtuanya," kata Jefri.

Dari keterangan ASP, diketahui bahwa M diduha menendang kemaluan ASP pada tanggal 11 September lalu saat ekstra kurikuler tae kwon do.

Orangtua ASP pun juga sempat mendatangi sekolah untuk meminta pertanggungjawaban sekolah sebagai mediator. Namun, sekolah belum mengambil tindakan apapun.

Jefri mengatakan, upaya mediasi sudah pernah dilakukan pihaknya dengan keluarga M, pihak sekolah, dan KPAI. "Namun, pihak sekolah tidak datang dalam mediasi. Kami ingin minta pertanggungjawaban sekolah," katanya. (Banu Adikara)

Penulis: Banu Adikara
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help