Anak Kelas 1 SD Dibully hingga Cedera Kelamin dan Trauma

Seorang siswa kelas 1 SD berinisial ASP (6) sudah sebulan tidak masuk sekolah.

Anak Kelas 1 SD Dibully hingga Cedera Kelamin dan Trauma
Kompas.com
Ilustrasi anak korban bully. 

WARTA KOTA, TANGERANG - Seorang siswa kelas 1 SD berinisial ASP (6) sudah sebulan tidak masuk sekolah.

ASP, yang merupakan siswa Sekolah Dasar Tunas Mulia Montessori Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, mengalami trauma berat dan cedera serius akibat dibully teman sekelasnya.

Hal ini membuat keluarga korban melaporkan kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 15 Oktober kemarin.

Pelaporan dilakukan karena pihak sekolah dianggap tidak mengambil tindakan apapun.

"Sang anak sejak September kemarin hingga kini belum mau bersekolah lagi. Luka fisiknya di bagian kemaluan. Ditendang sampai luka berat dan harus dioperasi," kata kuasa hukum keluarga ASP, Jefri Santoso, Senin (19/10).

Menurut Jefri, ASP dibully oleh teman sekelasnya yang berinisial M.

Proses bully, kata Jefri berdasarkan keterangan ASP, dilakukan saat jam pelajaran berlangsung.

"Kami ingin pihak sekolah bertanggungjawab atas kasus ini. Pihak sekolah harus hadir dalam mediasi dengan KPAI nanti," kata Jefri. (Banu Adikara)

Penulis: Banu Adikara
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved