Investasi

Alasan Nilai Kurs Tidak Bisa Turun

Apabila diperhatikan secara saksama, kelihatannya Bank Indonesia selalu menggunakan intervensi pasar untuk membuat nilai kurs turun atau tidak

Alasan Nilai Kurs Tidak Bisa Turun
Kompas/Hendra A Setyawan
Kasir menghitung uang rupiah di salah satu bank di Jakarta. 

Oleh Adler Haymans Manurung

Minggu lalu nilai kurs dolar AS telah mencapai level Rp 14.800 per dolar AS, bahkan angka tersebut dianggap sudah angka psikologis.

Pada Rabu (7/10) berselang, nilai kurs menurun mencapai level di bawah Rp 14.000 atau rupiah menguat.

Penguatan rupiah disebabkan adanya intervensi yang dilakukan dengan langsung masuk ke pasar dolar dan sering disebut Bank Indonesia mengguyur valuta asing dolar sehingga nilai kurs mengalami penurunan.

Apabila diperhatikan secara saksama, kelihatannya Bank Indonesia (BI) selalu menggunakan intervensi pasar untuk membuat nilai kurs turun atau tidak mengalami kenaikan.

Sebuah penelitian yang ditulis sebagai disertasi doktor menyatakan, BI secara reguler (bisa harian atau mingguan) melakukan intervensi ke pasar untuk membuat stabil valuta asing, terutama dolar AS.

Jadi sangat tepat sekali nilai kurs yang menguat minggu ini disebabkan adanya intervensi pasar.

Padahal, Dominguez dan Frankel (1993) menyatakan, pemerintah tidak perlu melakukan intervensi pasar karena intervensi pasar merupakan wujud kesalahan mengambil kebijakan moneter oleh pemerintah pada masa lalu.

Fluktuasi nilai kurs valuta asing merupakan hasil kebijakan yang diambil BI pada masa lalu. Salah satunya adalah dengan menaikkan tingkat bunga.

Padahal, tingkat bunga tidak perlu dinaikkan, tetapi karena ada yang dilindungi pihak lain akan terkena pidana, tingkat bunga harus dilindungi.

Halaman
1234
Editor: Andy Pribadi
Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help