Properti

Kondominium Bergeser ke Jalur Kereta di Bodetabek

Pasar kondominium di wilayah Jabodetabek pada kuartal ketiga 2015 ini secara umum masih lesu.

Kondominium Bergeser ke Jalur Kereta di Bodetabek
greenbaypluitapartment.wordpress.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, PALMERAH— Pasar kondominium di wilayah Jabodetabek pada kuartal ketiga 2015 ini secara umum masih lesu.

Ke depan, pasar kondominium akan bergeser bukan lagi terpusat di Jakarta, tapi menyebar di sekitar Bogor Depok Tangerang, Bekasi. Pengembang memanfaatkan lahan dekat akses tol, kereta api dan rencana LRT.

Arief Rahardjo, Director Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia mengatakan bahwa pada kuartal ketiga 2015, penjualan kondominium eksisting di Jabodetabek tercatat 97,5 persen, turun 0,2 persen per kuartal.

“Pasar kondomonium adalah salah satu sektor yang paling bisa dilihat dampaknya dari perkembangan ekonomi,” tuturnya paparan hasil riset Cushman & Wakefield di Gedung Bursa Efek Jakarta, Kamis (15/10).

Menutup kuartal tiga tahun 2015, total pasokan kumulatif kondominium terbangun di Jakarta tercatat 155.242 unit. Angka itu naik 4,1 persen per kuartal atau 17,2 persen per tahun, menyusul selesainya 5.724 unit kondominium sepanjang Juli—September 2015.

Pada periode yang sama, kata dia, 18 proyek baru diluncurkan ke pasar, dan akan menambah total pasokan kumulatif kondominium menjadi 192.568 unit.

Proyek tersebut didominasi kondominium kelas menengah (50,8 persen), diikuti kelas menengah ke bawah (21,1 persen), kelas menengah ke atas (15,6 persen), dan kelas atas (12,5 persen).

Pada September 2015, terdapat 356 proyek di Jabodetabek. Kondominium kelas menengah ke bawah mendominasi pasokan mendatang yaitu sebesar 36,7 persen, atau sekitar 70.707 unit, jauh di atas kondominium kelas menengah ke atas yang 15,5 persen dan kelas atas 12,2 persen

 
Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved