Home »

News

» Jakarta

Kepala Sekolah Harapkan Kebijakan Penilaian Rapor Segera Ada

Kepala sekolah di DKI Jakarta kebingungan dalam menggunakan skala penilaian rapor bagi peserta didiknya.

Kepala Sekolah Harapkan Kebijakan Penilaian Rapor Segera Ada
istimewa
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SETIABUDI - Kepala sekolah di DKI Jakarta kebingungan dalam menggunakan skala penilaian rapor bagi peserta didiknya.

Hal ini disebabkan karena belum adanya kejelasan tentang penulisan skala penilaian yang akan digunakan. Terutama, untuk sekolah-sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013.

Pasalnya, pada semester sebelumnya, sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum 2013, penilaiannya dilakukan dengan skala 1-4.

Sementara, pada semester ganjil ini, beredar kabar bahwa penilaian rapor akan dilakukan dengan skala 0-100, atau kembali menggunakan penilaian saat kurikulum 2006.

Kepala SMAN 35 Sri Sariwarni membenarkan hal tersebut. Saat ini dirinya sedang menunggu keputusan (kebijakan) terkait penilaian yang digunakan.

Sebelumnya, bersama sekolah-sekolah lain yang menerapkan kurikulum 2013, dirinya menerapkan penulisan rapor skala 1-4.

Meski saat ini masih masih pertengahan semester, kepastian mekanisme penulisan dalam rapor perlu ditentukan jauh-jauh hari.

"Sampai sekarang belum ada kejelasan apakah yang digunakan penilaian 1-4 atau 0-100. Tetapi hal itu harus diumumkan karena sekolah membutuhkan untuk mengisi rapor," kata Sri Sariwarni.

Selain Sri, Kepala SMAN 28 Endang Srihartini, mengatakan saat ini memang belum ada kebijakan yang menyatakan skala penilaian mana yang akan digunakan dalam rapor.

"Pada prinsipnya sekolah masih menunggu kebijakan ya, tetapi jika yang ingin diberlakukan adalah 0-100 itu, maka kami harap kebijakan itu segera turun , jangan mendekati waktu penyerahan rapor karena tentu kami harus bekerja berkejaran dengan waktu," jelas Sri Sariwarni. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help