Warga Kota Bekasi Keluhkan Galian Utilitas

Tahun ini akan dibangun sarana utilitas di Jalan KH. Noer Alie

Warga Kota Bekasi Keluhkan Galian Utilitas
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Proyek galian telekomunikasi di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi dikeluhkan masyarakat. Selain tanpa ada pemberitahuan ke masyarakat, begitu proyek selesai pekerja hanya menutup bekas galian dengan tanah saja. 

WARTA KOTA, BEKASI - Proyek pemasangan jaringan telekomunikasi di Jalan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat dan Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi dikeluhkan warga setempat. Selain tanpa ada pemberitahuan ke masyarakat, begitu proyek selesai pekerja hanya menutup bekas galian dengan tanah saja. Padahal warga berharap, pihak proyek bertanggung jawab dengan mengembalikan kondisi tepi jalan seperti semula.

Seperti yang terpantau di sisi utara Jalan Bintara Jaya. Usai menanam kabel, pekerja hanya menutup bekas galian dengan tanah saja. Padahal sebelumnya, di pinggir jalan itu dilapisi coran semen. "Kalau seperti ini kan kurang bagus, jalanan jadi gompal dan berdebu," ujar Yamin (34) salah seorang warga sekitar di lokasi pada Rabu (14/10).

Menurut Yamin, proyek galian di sana bukan pertama kalinya dilakukan, namun sebelumnya, sudah pernah digali dengan alasan yang sama. Dia menyatakan, seharusnya pemerintah memberi aturan tegas terkait proyek galian kabel. Jangan sampai, proyek yang diklaim untuk kepentingan masyarakat banyak, malah berdampak buruk bagi warga sekitar.

Yamin juga terheran dengan maraknya galian untuk sarana utilitas ini. Seharusnya, kata dia, dari awal telah membuat sarana utilitas, dengan begitu tidak ada lagi galian kabel di tepi jalan.

Rohman (29) salah seorang pekerja, menyatakan akan mengembalikan kondisi jalan di lokasi bekas galian. Apabila sebelumnya dilapisi plester, maka akan dicor. Begitu juga bila diaspal, akan kembali diaspal. "Tapi kalau sebelumnya berupa tanah, yah kita tutup dengan tanah. Dari peraturan perusahaan seperti itu, kita harus kembaliin kondisinya seperti semula," ujar Rohman.

Kepala Dinas Tata Kota Bekasi, Koswara mengaku, pemerintah daerah memang tidak memiliki sarana utilitas. Dia juga tak menampik, beberapa ruas jalan di Kota Penyanggah Ibu Kota ini sering rusak oleh perusahaan yang memiliki kepentingan.

Oleh karenanya, kata dia, pemerintah daerah berencana membuat sarana utilitas, namun baru satu titik yang akan dibangun. "Tahun ini akan dibangun sarana utilitas di Jalan KH. Noer Alie," kata Koswara.

Koswara mengatakan, sarana utilitas itu akan dibangun di bawah jalur pedestrian sejauh 5,7 kilometer mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga perbatasan Jakarta Timur di Pasar Sumber Artha. Menurut dia, keberadaan sarana utilitas sangat penting bagi masyarakat. Sebab sarana itu, bisa digunakan untuk pemasangan kabel telekomunikasi, listrik, pipa air dan sebagainya. Lantaran saat ini belum ada sarama utilitas, ujar dia, maka masing-masing perusahaan mengerjakan sendiri galiannya.

Dia mengungkapkan, dari awal seluruh jalan di Kota Bekasi seharusnya sudah ada sarana utilitas. Namun, pemerintah kesulitan mewujudkannya, karena mayoritas jaringan utilitas sudah terpasang oleh perusahaan.

"Bukan hanya itu saja, tapi masalah lainnya adalah sempitnya jalan yang ada. Harus ada pelebaran jalan untuk membuat sarana utilitas," ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk pembuatan sarana utilitas dan jalur pedestrian. "Proyeknya sudah dimulai akhir bulan September lalu," ujar Tri.

Tri menjelaskan, sarana utilitas berada di bawah jalur pedestrian dengan luas sekitar 3x3 meter. Di dalamnya difungsikan sebagai saluran air, tempat pipa milik Perusahaan Gas Negara, Perusahaan Daerah Air Minum, serta pemasangan kabel milik PT PLN (Persero) dan PT Telkom. Sementara di bagian atasnya, kata dia, terdapat jalur sepeda, pejalan kaki dan taman.

Mengingat pentingnya sarana ini, maka tahun depan pemerintah akan kembali membangun sarana serupa di Jalan Ahmad Yani sepanjang 1,5 kilometer. "Konsepnya sama seperti di Jalan KH. Noer Alie, di bawah utilitas dan di atasnya jalur pejalan kaki, sepeda dan taman," katanya.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Tamrin Usman mengungkapkan, sarana utilitas sangat dibutuhkan, tapi anggaran yang ada saat ini belum bisa menutupi proyeknya. Sebab pemerintah masih fokus terhadap pembenahan infrastruktur dan penanganan banjir.

Namun demikian, kata dia, secara bertahap akan dibangun sarana utilitas. "Sarana utilitas tetap akan dibangun, tapi secara bertahap," ujarnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help