Karung Sedimen di Trotoar Harus Dipindahkan

Kalau setiap ada kegiatan pengerukan jangan didiamkan di trotoar. Harus segera diangkat.

Karung Sedimen di Trotoar Harus Dipindahkan
Warta Kota/Bintang Pradewo
Karung berisi sendiman teronggok di salah satu jalan, Selasa (13/10/2015). 

WARTA KOTA, KEBAYORANBARU - Kegiatan ratusan personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di setiap kelurahan adalah pengerukan saluran. Namun, dalam pengerukan itu berimbas dengan penumpukan sedimen dari saluran yang dibiarkan di dekat trotoar.

Sehingga, bau menyengat dan kondisi yang tidak teratur sangat terlihat ketika melintas di setiap jalanan Jakarta Selatan. Oleh sebab itu, Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi menginstruksikan aparat dibawahnya untuk mengangkut sedimen tersebut ke lahan kosong. Hal ini untuk mengurangi kondisi kumuh di setiap jalanan Jakarta Selatan.

"Kalau setiap ada kegiatan pengerukan jangan didiamkan di trotoar. Harus segera diangkat. Ngga ada alasan lagi tidak dibersihkan saluran," kata Tri di kantor Pemkot Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Ketika ditanya apakah kekurangan armada untuk mengangkut sedimen-sedimen itu, kata dia, ke depan akan ada alat berat mengangkut sedimen di saluran atau kali. Namun, itu dikerjakan oleh Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan sebagai konsultan.

"Yang pelaksananya adalah petugas PPSU untuk pengerukan saluran dan kali," tuturnya.

Selain terdapat sedimen, kata dia, ada limbah dari pabrik tahu dan tempe di Kali Mampang membuat kondisi semakin buruk. Oleh sebab itu, pihaknya akan mengecek keberadaan pabrik tahu dan tempe tersebut.

"Kita tidak akan mematikan usaha mereka. Tapi, kita akan arahkan pembuangan limbah yang benar," ungkapnya.

Kekurangan Armada Pengangkut

Sementara itu, Camat Pasar Minggu, Heriyanto menuturkan dalam pengangkutan sedimen di trotoar masih kekurangan armada truk pengangkut. Sehingga, pihaknya akan mengoptimalkan kendaraan di Kecamatan untuk mengangkut sedimen.

"Nanti akan disimpen di lahan kosong yang cekung baru nanti kita angkat. Sedimen didiamkan agar ngga berat. Di kantor Kecamatan ada 4, dua untuk operasional PPSU dan dua untuk kecamatan," tuturnya.

‎Dia menjelaskan sedimen itu akan diletakkan di tanah negara atau swasta. Sehingga, di trotoar-trotoar tidak lagi ada banyaknya tumpukan karung sedimen dari pengerukan saluran.

"Sedimen kita tarok dibuang ke taanah kosong. Ada tanah kosong. Tapi, tanah yang legok dan tidak rata," ungkapnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved