Berdalih Alami Defisit, Pengelola Naikkan Service Charge CGC

Pengelola CGC berdalih, mereka mengalami defisit, sehingga akan menaikkan service charge.

Berdalih Alami Defisit, Pengelola Naikkan Service Charge CGC
Warta Kota/feryanto hadi
Cikini Gold Center (CGC) menggelar pameran batu-batuan bertajuk Nuansa Nusantara Gems Exibition, tahun lalu. 

WARTA KOTA, MENTENG -- Walau kenaikan service charge gedung yang ditetapkan pihak pengelola Cikini Gold Center (CGC) dinilai sangat memberatkan seluruh penyewa kios di CGC, tapi keputusan tersebut terpaksa harus dilakukan.

Bukan tanpa sebab, hal tersebut bertujuan untuk menyelamatkan perusahaan karena diketahui jika perusahaan terus mengalami defisit.

Kenaikan service charge tersebut diungkapkan Property Manager Cikini Gold Center, Alfialdy Baenars merupakan pilihan terbaik yang diambil pihaknya untuk menyelamatkan perusahaan.

Sebab, untuk diketahui jika pihaknya telah mengalami defisit sejak awal CGC beroperasi, tepatnya pada tahun 2012.

Hal tersebut disampaikannya, berdasarkan laporan keuangan perusahaan sejak awal tahun 2015 hingga kini.

Diketahui, jika total pendapatan dari seluruh tenant hanya sebesar Rp 200 juta per bulan, sedangkan pengeluaran operasional perusahaan kini mencapai Rp 800 juta per bulan.

Karena itu, lanjutnya, PT Magna Terra selaku pengelola tetap memberikan subsidi sebesar Rp 600 juta per bulan untuk menutupi kekurangan pengeluaran.

Sehingga, menurutnya, sangat wajar jika service charge dinaikkan hingga sebesar 45 persen, apalagi diketahui jika service charge belum pernah naik sejak Cikini Gold Center dibuka hingga kini.

"Sejak awal, kita sudah defisit, padahal kita sudah dapatkan subsidi dari pengembang sebesar Rp 600 juta setiap bulan. Kalau boleh jujur, kita melihat secara historis juga, sejak 2012 sampai sekarang belum ada kenaikan, padahal setiap tahun, seharusnya kita naik sepuluh persen," jelasnya, saat ditemui Warta Kota di kantornya, Senin (12/10/2015).

Lewat kenaikan service charges tersebut, diakuinya jika pendapatan perusahaan akan meningkat sebesar Rp 300 juta atau mengurangi subsidi sebesar 50 persen.

Walau begitu, diakuinya, defisit masih tetap akan terjadi lantaran biaya operasional masih tidak seimbang dengan pengeluaran.

"Walaupun service charge kita naikkan, pengeluaran tetap tidak seimbang. Besaran service charge sekarang juga sudah kita kurangi, melihat kemampuan penyewa juga. Karena menurut perhitungan, kenaikan service charge sampai 90 persen baru kita bertahan," jelasnya.

Terlepas dari hal tersebut, pihaknya masih terus melakukan promosi untuk meningkatkan jumlah kedatangan pengunjung saat ini.

Pasalnya, lewat tingginya pengunjung, tingkat kemampuan para penyewa tenant pun akan meningkat, sehingga rasa keberatan yang disampaikan penyewa pun akan hilang.

"Data bulan Maret, jumlah pengunjung hanya sebanyak 1.600 per hari, kini sudah ada kenaikan, sekitar 2.200 sampai 2.600 orang per hari, khususnya pada saat ada event, kedatangan bisa mencapai 3.000 orang per hari. Terlepas dari masalah ini, kita melakukan manajemen terbuka karena pada prinsipnya keberadaan saya itu adalah karena mereka," tutupnya. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help