Mengantisipasi Rabies, Jateng Awasi Peredaran Daging Anjing

Pemprov Jateng melakukan pengawasan terhadap peredaran daging anjing di sejumlah daerah guna mengantisipasi penyakit rabies di masyarakat.

Mengantisipasi Rabies, Jateng Awasi Peredaran Daging Anjing
Warta Kota/Dwi Rizki
Ilustrasi : Dinilai membahayakan dan beresiko tinggi menularkan virus rabies, belasan satwa liar yang biasa dijajakan di pinggir Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat dirazia petugas Sudin Peternakan dan Kelautan Jakarta Pusat hari ini, Kamis (9/4/2015). 

WARTA KOTA, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan pengawasan terhadap peredaran daging anjing di sejumlah daerah guna mengantisipasi penyakit rabies di masyarakat.

"Pengawasan dilakukan karena anjing menjadi salah satu hewan penular rabies atau yang sering disebut penyakit anjing gila," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Agus Wariyanto di Semarang, Rabu (7/10/2015).

Agus Wariyanto menjelaskan bahwa Provinsi Jateng berada di peringkat kedua setelah Provinsi DKI Jakarta sebagai daerah pengkonsumsi daging anjing terbanyak dengan perkiraan konsumsi harian anjing potong berkisar 223 ekor per hari.

Dari 35 kabupaten/kota di Jateng, Kota Surakarta menjadi daerah pengkonsumsi daging anjing terbanyak dengan 63 ekor per hari, yang disusul Kabupaten Klaten dengan 25 ekor per hari, dan Kota Semarang serta Kabupaten Semarang masing-masing dengan 22 ekor per hari.

"Selain anjing, terdapat juga kucing dan kera yang dapat menularkan penyakit rabies, meskipun hampir 98 persen penyakit ini ditularkan melalui anjing sehingga perlu adanya pengawasan agar tidak menular kepada hewan lain atau manusia," ujar Agus Wariyanto.

Agus Wariyanto mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng selalu siap siaga dalam menghadapi ancaman munculnya penyakit rabies dari daerah luar.

"Sebagai upaya antisipasi penyebaran penyakit rabies di Jateng, kami mempunyai laboratorium tipe B di Kota Semarang, Surakarta, dan Purwokerto yang terus melakukan pengujian rutin atas munculnya penyakit tersebut," ujar Agus Wariyanto.

Selain itu, kata Agus Wariyanto, pihaknya juga melakukan vaksinasi di daerah yang berbatasan dengan daerah yang belum bebas rabies seperti di perbatasan dengan Provinsi Jawa Barat yaitu di Brebes dan Cilacap.

"Hal ini untuk tetap menjaga agar Jateng selalu bebas dari penyakit rabies," kata Agus Wariyanto.

Agus mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam melakukan pengawasan peredaran daging anjing sebagai antisipasi penyakit rabies, apalagi animo masyarakat dalam mengonsumsi daging anjing sebagai gaya hidup dan menjadikannya sebagai aneka macam masakan kuliner cenderung meningkat. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help