Cegah Kecelakaan, Sopir Bus di Bogor Ditest Urine

Puluhan sopir bus di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat dites urine, Rabu (7/10).

Cegah Kecelakaan, Sopir Bus di Bogor Ditest Urine
Kompas.com
Shutterstock/Ilustrasi. 

WARTA KOTA, BOGOR - Mengantisipasi terjadinya kecelakaan, puluhan sopir bus di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat dites urine, Rabu (7/10).

Pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor meliputi tes urine, pengambilan darah, tekanan darah, dan jantung.

Secara bergantian para sopir dipanggil untuk menjalani tes.

"Tes ini sebagai langkah antisipasi terhadap kasus kecelakaan yang diakibatkan human error," ujar Drg Lindawati Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinkes Kota Bogor.

Dia mengatakan, tes urine untuk mengetahui apakah para sopir menggunakan alkohol atau narkoba.

Sementara tes darah untuk mengecek kesehatan sopir.

"Mereka kan harus mengangkut penumpang. Jadi kondisinya harus fit dan maksimal dalam pelayanan pada penumpang. Apalagi, ada diantara mereka yang berkerja selama 24 jam," kata Linda.

Apabila dari hasil pemeriksaan kesehatan ada sopir yang positif mengidap penyakit, maka pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada sopir untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Jika diperlukan menjalani perawatan atau harus rutin cek kesehatan, akan kami beri rekomendasi. Hasil tes akan diumumkan minggu depan," ujarnya.

Dinkes sendiri menarget 50-an sopir yang bisa dites.

Mereka adalah sopir bus antar dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP).

Kepala Terminal Barangsiang Islahudin menjelaskan, apabila ditemukan ada sopir positif mengidap penyakit, maka pengemudi bus tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

"Setelah dinyatakan sembuh, baru boleh narik penumpang lagi," ujarnya.

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved