Mahasiswa STIE GICI Tidak Terima Dibully Kampusnya Abal-abal

Saya merasa aneh dengan kejadian ini, karena kampus kami dibilang abal-abal,

Mahasiswa STIE GICI Tidak Terima Dibully Kampusnya Abal-abal
Warta Kota/Feryanto Hadi
ILUSTRASI - Kegiatan perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) 

WARTA KOTA, KUNINGAN - Tria Indriani (20) mengaku tidak terima kampusnya dibully sebagai kampus abal-abal.

Tria merupakan salah satu mahasiswa kampus STIE GICI, salah satu dari 243 kampus yang dinonaktifkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

“Saya merasa aneh dengan kejadian ini, karena kampus kami dibilang abal-abal, kami jadi bahan olok-olok di media sosial yang menyebutkan kampus kami abal-abal,” kata Tria yang kini menginjak semester 3 itu.

Ia membela diri, seperti kampus lain, kampusnya juga melakukan kegiatan perkuliahan di kelas.

“Saya diskusi dengan teman-teman di kampus lain, kuliahnya sama aja, bahkan kampus saya memberikan apa yang tidak diberikan di kampus lain, seminar-seminar yang bagus,” ujarnya, membanggakan kampusnya.

Mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis ini, mengaku bagi dia, kampus abal-abal adalah kampus yang tidak menyelanggarakan kuliah.

“Kalau dosen abal-abal itukan yang datang hanya ngasih tugas, mahasiswanya didiemin aja. Tapi kalau dosen-dosen di kampus kami luar biasa,” lanjutnya.

Dia sesumbar, dibandingkan kampus lain, penampilan mahasiswa di STIE GICI lebih rapi.

Hal ini karena setiap mahasiswa harus berpenampilan office look.

Menurutnya, dalam satu kelas, ada sebanyak 40 mahasiswa. Kampusnya pun dilengkapi dengan AC, proyektor, serta tempat duduknya letter U.

“Jadi ngga kayak kampus lainnya yang duduknya berbaris ke belakang,” tuturnya. (Agustin Setyo Wardani)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved